Hukum  

Kecelakaan di Soekarno Hatta Pekanbaru, Pria 38 Tahun Tewas Terlindas Usai Coba Salip Truk Tangki dari Kiri

Personel Satlantas menunjukkan TKP kecelakaan maut di Jalan Soekarno-Hatta, Pekanbaru. (Foto: Rico)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Kecelakaan maut kembali terjadi di Jalan Soekarno Hatta, salah satu ruas jalan tersibuk di Kota Pekanbaru. Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia, setelah terlibat tabrakan dengan truk tangki di depan Hotel Ema Graha, Kecamatan Bina Widya, Jumat (29/5/2026) siang.

Korban diketahui bernama Aperius Halawa (38). Pria tersebut meninggal di lokasi kejadian akibat mengalami cedera berat di bagian kepala, setelah sepeda motor yang dikendarainya bersenggolan dengan sebuah truk tangki Colt Diesel berwarna biru.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB saat arus lalu lintas di Jalan Soekarno Hatta masih cukup padat. Berdasarkan keterangan Satlantas Polresta Pekanbaru, korban saat itu mengendarai sepeda motor Honda Beat Street BM 5306 ABY dari arah selatan menuju utara.

Kasatlantas Polresta Pekanbaru, AKP Satrio B.W. Wicaksana menjelaskan, kecelakaan diduga bermula ketika korban berusaha mendahului kendaraan truk tangki dari sisi kiri jalan.

Saat berada di depan Hotel Ema Graha, ruang gerak antara sepeda motor dan kendaraan besar tersebut diduga tidak mencukupi. Kondisi itu menyebabkan sepeda motor korban bersentuhan dengan bagian kiri truk hingga akhirnya terjadi kecelakaan fatal.

“Korban mencoba mendahului dari sebelah kiri. Diduga jarak dan ruang gerak tidak cukup aman sehingga terjadi benturan dengan bagian kiri kendaraan truk tangki,” ujar AKP Satrio.

Benturan keras membuat korban terjatuh dan mengalami luka serius. Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan evakuasi dan membawa jenazah korban ke kamar jenazah RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk proses lebih lanjut.

Sementara itu, sopir truk tangki bernomor polisi BM 9220 AQ dilaporkan tidak berada di lokasi setelah kejadian berlangsung. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan guna mengidentifikasi dan menemukan keberadaan pengemudi kendaraan tersebut.

“Truk tangki sudah kami amankan di Polresta Pekanbaru. Saat ini anggota masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas dan keberadaan pengemudi yang meninggalkan lokasi kejadian,” ulasnya.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara sementara, petugas menduga faktor utama kecelakaan berkaitan dengan manuver mendahului dari sisi kiri yang tidak didukung ruang aman yang memadai.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat berkendara di jalur padat yang sering dilintasi kendaraan bertonase besar. Jalan Soekarno Hatta sendiri merupakan salah satu koridor utama di Pekanbaru yang setiap hari dilalui kendaraan logistik, truk tangki, bus, hingga kendaraan pribadi dalam jumlah tinggi.

Dalam berbagai kasus kecelakaan lalu lintas, posisi kendaraan roda dua di sisi kiri kendaraan besar kerap menjadi titik rawan karena terbatasnya visibilitas pengemudi truk terhadap objek yang berada di area blind spot. Kondisi tersebut membuat pengendara sepeda motor harus ekstra hati-hati ketika hendak menyalip atau berpindah jalur.

Selain menimbulkan korban jiwa, kecelakaan ini juga menyebabkan kerusakan pada sepeda motor korban. Polisi memperkirakan kerugian materiil akibat kejadian tersebut mencapai sekitar Rp300.000.

Sampai Jumat sore, proses penyelidikan masih berlangsung. Polisi mengumpulkan sejumlah keterangan saksi dan bukti di lapangan untuk memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan hilangnya nyawa seorang pengendara di ruas Jalan Soekarno Hatta tersebut.

Kecelakaan maut ini menambah daftar panjang insiden lalu lintas yang melibatkan kendaraan roda dua dan kendaraan berat di Pekanbaru. Aparat kepolisian kembali mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan, menjaga jarak aman, serta menghindari mendahului kendaraan besar dari sisi kiri yang memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan pengendara. (bsh)

Exit mobile version