Kecelakaan Maut KM 14 Tol Pekanbaru-Dumai, Dua Penumpang Tewas, Diduga Sopir Alami Microsleep

Mobil ringsek setelah menghantam U Turn Tol Pekanbaru-Dumai. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Suasana pagi di ruas Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) mendadak berubah mencekam, Kamis (21/5/2026). Sebuah mobil Toyota Avanza menghantam pembatas jalan di KM 14 B sampai ringsek parah. Dua penumpang meninggal, sementara tujuh lainnya harus dilarikan ke rumah sakit akibat menderita luka serius.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Mobil Toyota Avanza bernomor polisi BK 1965 YR diketahui melaju dari arah Bathin Solapan menuju Pekanbaru. Saat memasuki kawasan KM 14 B, kendaraan diduga hilang kendali setelah pengemudi mengalami microsleep atau tertidur sesaat ketika mengemudi.

Benturan keras tak terhindarkan. Bagian depan kendaraan rusak berat setelah menghantam U-Turn pembatas jalan tol. Sejumlah penumpang terpental di dalam kabin akibat kerasnya tabrakan.

Kecelakaan tunggal tersebut langsung memicu kepanikan pengguna jalan lain yang melintas di lokasi. Beberapa pengendara bahkan sempat berhenti untuk membantu proses evakuasi sebelum petugas tiba.

Dua korban meninggal dunia dalam kejadian itu diketahui bernama Lama Br Pasaribu dan Guen Br Manurung. Keduanya mengalami luka berat akibat benturan keras dan dinyatakan meninggal dunia saat penanganan medis.

Sementara tujuh korban lain mengalami luka berat dan luka ringan. Mereka masing-masing bernama Doni Pardede selaku pengemudi, Sandi Pernando Manurung, Dewi Wanita Manurung, Saundika Manurung, Asri Br Situmeang, Bertua Br Situmeang, dan Echa Br Manurung.

Seluruh korban langsung dievakuasi menuju RS Awal Bros Jalan Ahmad Yani Pekanbaru untuk mendapatkan penanganan intensif. Petugas bergerak cepat mengamankan lokasi agar arus lalu lintas di jalur tol tetap lancar dan tidak memicu kemacetan panjang.

Proses evakuasi dipimpin langsung oleh Ipda A Husein bersama personel Sat PJR Ditlantas Polda Riau. Tim gabungan menurunkan tiga unit ambulans, dua kendaraan derek dan dua mobil patroli guna mempercepat penyelamatan korban dan pembersihan lokasi kejadian.

Kasat PJR Ditlantas Polda Riau, AKBP Eko Baskara mengatakan, fokus utama petugas saat menerima laporan kecelakaan adalah menyelamatkan korban secepat mungkin. Menurutnya, waktu penanganan sangat menentukan kondisi korban pascakecelakaan.

“Setiap ada kejadian laka lantas, prioritas utama kami adalah penyelamatan korban. Setelah itu kendaraan yang terlibat segera dievakuasi agar lalu lintas tetap aman dan lancar,” ujar Eko, Kamis pagi.

Dijelaskan, dugaan awal kecelakaan dipicu faktor kelelahan pengemudi. Kondisi microsleep masih menjadi salah satu penyebab dominan kecelakaan di jalan tol karena pengendara sering memaksakan diri berkendara jarak jauh tanpa istirahat cukup.

Fenomena microsleep sendiri menjadi ancaman serius di jalur bebas hambatan seperti Tol Pekanbaru-Dumai. Jalur yang panjang dan relatif lurus kerap membuat konsentrasi pengemudi menurun, terutama saat berkendara pada dini hari hingga pagi.

Data Korlantas Polri dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kelelahan dan hilang konsentrasi menjadi faktor utama kecelakaan di jalan tol Indonesia. Kondisi ini umumnya terjadi karena kurang tidur, perjalanan panjang, serta minimnya waktu istirahat.

Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dua korban dalam kecelakaan tersebut. Ia berharap keluarga korban diberi ketabahan menghadapi musibah itu.

“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas korban yang meninggal dunia. Semoga keluarga diberi kekuatan dan korban luka segera pulih,” kata Jeki.

Di sisi lain, Jeki kembali mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik sebelum berkendara di jalan tol. Menurutnya, keselamatan tidak hanya ditentukan kondisi kendaraan, tetapi juga kesiapan tubuh dan fokus pengemudi selama perjalanan.

Ia mengimbau pengendara agar tidak memaksakan diri saat mulai merasa lelah atau mengantuk. Rest area, kata dia, harus dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

“Kami mengingatkan seluruh pengguna jalan agar tetap konsentrasi saat berkendara, mematuhi batas kecepatan, memakai sabuk pengaman, dan segera beristirahat bila mengantuk. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Kecelakaan ini kembali menjadi pengingat keras tentang pentingnya disiplin berkendara di jalan tol. Meski jalur bebas hambatan menawarkan perjalanan lebih cepat, risiko fatal tetap mengintai jika pengemudi kehilangan fokus meski hanya beberapa detik.

Apalagi menjelang pagi hari, kondisi tubuh biasanya mulai mengalami penurunan konsentrasi. Dalam banyak kasus, microsleep sering datang tanpa disadari dan hanya berlangsung beberapa detik. Namun dampaknya bisa berujung fatal.

Akibat kecelakaan tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai Rp50 juta. Saat ini kasus kecelakaan maut di Tol Pekanbaru-Dumai ini masih ditangani Unit Laka Satlantas Polres Siak untuk penyelidikan lebih lanjut, termasuk memastikan penyebab utama kecelakaan. (rac)

Exit mobile version