Upaya Rico Alviano Bangun Kemandirian Warga Binaan, Serahkan Mesin Penetas Telur Untuk Lapas Solok

Anggota DPR Rico Alviano menyerahkan mesin penetas telur kepada Kalapas Kelas IIB Solok. (Foto: Dezzo)

SOLOK, FOKUSRIAU.COM-Upaya membangun kemandirian warga binaan terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Anggota DPR RI Fraksi PKB, Rico Alviano yang menyerahkan bantuan mesin penetas telur kepada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Solok, Jumat (5/6/2026).

Bantuan tersebut bukan sekadar penambahan fasilitas peternakan. Di balik mesin penetas telur itu tersimpan harapan agar warga binaan memiliki bekal usaha dan kemampuan ekonomi yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke tengah masyarakat.

Rico Alviano menilai, program pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan memiliki peran strategis dalam menciptakan sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi kehidupan pasca-hukuman.

Menurutnya, keterampilan praktis yang menghasilkan nilai ekonomi menjadi salah satu modal penting dalam proses reintegrasi sosial.

“Program seperti peternakan ayam ini tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga membangun mental produktif dan rasa tanggung jawab. Kita berharap warga binaan memiliki bekal nyata ketika kembali ke masyarakat,” ujar Rico saat menyerahkan bantuan tersebut.

Rico Alviano bersama Kalapas meninjau kondisi lapas Kelas IIB Solok. (Foto: Dezzo)

Keberadaan mesin penetas telur diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi peternakan ayam yang selama ini menjadi salah satu program unggulan pembinaan di Lapas Kelas IIB Solok.

Dengan teknologi tersebut, proses pengembangbiakan ternak dapat berlangsung lebih efektif dan terukur sehingga hasil produksi berpotensi meningkat.

Dalam perspektif yang lebih luas, program pembinaan berbasis peternakan sejalan dengan upaya pemerintah mendorong penguatan sektor pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kegiatan semacam ini juga dinilai mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan sekaligus membangun kepercayaan diri warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

Sebagai wakil rakyat dari Sumatera Barat, Rico menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program pemberdayaan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dia meyakini, pembinaan yang berorientasi pada keterampilan akan memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi warga binaan maupun lingkungan sosial tempat mereka kembali nantinya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Solok, Ginting, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada lembaga yang dipimpinnya. Menurutnya, bantuan tersebut akan memperkuat program peternakan ayam yang selama ini telah berjalan dan menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan.

“Kami berterima kasih atas dukungan yang diberikan. Mesin penetas telur ini akan membantu pengembangan usaha peternakan sehingga proses pembinaan kemandirian dapat berjalan lebih optimal,” kata Ginting.

Ia menjelaskan, pembinaan di lapas saat ini tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan kedisiplinan, tetapi juga pengembangan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.

Melalui berbagai program produktif, warga binaan didorong untuk tetap aktif, kreatif, dan memiliki kemampuan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha.Ginting berharap kolaborasi antara Lapas Kelas IIB Solok dengan berbagai pemangku kepentingan dapat terus diperkuat.

Menurutnya, sinergi tersebut menjadi faktor penting dalam menghadirkan lebih banyak program pemberdayaan yang memberi manfaat nyata bagi warga binaan.

Bantuan mesin penetas telur ini menjadi simbol bahwa proses pemasyarakatan tidak hanya berbicara tentang menjalani hukuman, tetapi juga tentang menyiapkan masa depan.

Ketika keterampilan dan kesempatan diberikan, warga binaan memiliki peluang lebih besar untuk kembali menjadi bagian produktif dalam pembangunan masyarakat. (dezzo)

Exit mobile version