PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Kesenjangan dunia kampus dan kebutuhan industri masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan sumber daya manusia. Di tengah tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif, PT Bumi Siak Pusako (BSP) dan Fakultas Teknik Universitas Riau (UNRI) merancang langkah konkret menghadirkan pengalaman industri yang lebih dekat bagi mahasiswa.
Komitmen itu mengemuka dalam pertemuan antara jajaran Fakultas Teknik UNRI dan manajemen PT BSP di Pekanbaru, Jumat (5/6/2026). Pertemuan membahas peluang kolaborasi melalui Program Magang Berdampak yang menjadi bagian dari implementasi Kampus Berdampak di lingkungan perguruan tinggi.
Bagi Riau yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil energi nasional, kolaborasi antara kampus dan industri dinilai semakin penting. Kehadiran program magang yang terstruktur tidak hanya memberi ruang belajar bagi mahasiswa, tetapi juga membantu perusahaan mendapatkan calon tenaga kerja yang memahami kebutuhan industri sejak dini.
Rombongan Fakultas Teknik UNRI dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Teknik, Prof Ahmad Fadli ST MT PhD, didampingi Penanggung Jawab MBKM Fakultas Teknik UNRI, Yola Bertilsya Hendri MT PhD. Mereka diterima oleh Team Manager Community Development PT BSP Tengku Muchlis ST MT, Human Capital Management Manager Bayu Mulyadi SE, serta Auditor Internal PT BSP Ahmad Fadhli ST MT.
Dalam pertemuan tersebut, berbagai aspek teknis dibahas secara mendalam. Mulai dari mekanisme penerimaan mahasiswa, kapasitas penempatan peserta magang, pola pembimbingan, kesesuaian kompetensi akademik dengan kebutuhan industri, hingga target capaian yang diharapkan selama program berlangsung.
Team Manager Community Development PT BSP, Tengku Muchlis menyambut baik inisiatif Fakultas Teknik UNRI untuk memperkuat sinergi dengan dunia usaha. Menurutnya, kemajuan daerah tidak bisa dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan sektor industri.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Dekan Fakultas Teknik UNRI. Kami berharap ini menjadi langkah awal yang strategis bagi universitas tempatan dan dunia industri untuk membangun kerja sama yang saling mendukung,” ujarnya.
Di sisi lain, Human Capital Management Manager PT BSP, Bayu Mulyadi menilai, diskusi tersebut menjadi fondasi penting dalam menyusun program magang yang lebih relevan dengan kebutuhan perusahaan. Melalui pola pembimbingan yang tepat, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu beradaptasi dengan budaya kerja profesional.
“Hasil pembahasan ini diharapkan menjadi dasar penyusunan program magang yang lebih terstruktur, sesuai kebutuhan industri dan tetap sejalan dengan tujuan pembelajaran di perguruan tinggi,” kata Bayu.
Bagi Fakultas Teknik UNRI, keterlibatan industri merupakan elemen penting dalam menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing tinggi. Dekan Fakultas Teknik UNRI, Prof Ahmad Fadli, menegaskan bahwa pengalaman lapangan menjadi pelengkap yang tidak tergantikan oleh pembelajaran di ruang kuliah.
Menurutnya, mahasiswa perlu memahami secara langsung bagaimana ilmu keteknikan diterapkan dalam operasional industri, termasuk standar keselamatan kerja, budaya organisasi, serta tuntutan profesionalisme di lapangan.
“Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, kerja sama tim, hingga daya adaptasi mahasiswa,” ujarnya.
Sementara itu, Yola Bertilsya Hendri menjelaskan bahwa Program Magang Berdampak dirancang untuk menciptakan manfaat bersama. Tidak hanya memberikan pengalaman kepada mahasiswa, tetapi juga mendukung pengembangan program studi serta memperkuat hubungan strategis antara kampus dan dunia industri.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak juga membahas kemungkinan pelaksanaan sesi kick-off sebelum mahasiswa diterjunkan ke lokasi magang. Langkah ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya ekosistem kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan industri strategis di Riau, sekaligus memperkuat kesiapan generasi muda menghadapi kebutuhan sektor energi dan pembangunan daerah di masa depan. (bsh)
