Kepala Digigit Buaya, Warga Rokan Hilir Selamat Setelah Duel di Sungai

Burhan, korban serangan buaya sudah memperoleh perawatan medis. (Foto: Romi/PekanbaruTV)

ROKAN HILIR, FOKUSRIAU.COM-Serangan buaya kembali mengancam keselamatan warga di Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Seorang pria bernama Burhan (56), warga Dusun Sentosa, Kepenghuluan Sungai Kubu Hulu, Kecamatan Kubu nyaris tewas, setelah diterkam seekor buaya saat mandi di Sungai Kubu, Kamis (11/6/2026) siang.

Korban yang akrab disapa Ibung itu berhasil lolos dari maut, setelah berjuang melepaskan diri dari gigitan predator tersebut. Bahkan, dia harus menghadapi dua kali serangan dalam satu kejadian sebelum akhirnya berhasil mencapai daratan dan menyelamatkan nyawanya.

Peristiwa ini kembali memunculkan kekhawatiran terhadap meningkatnya risiko interaksi manusia dengan buaya di kawasan sungai yang menjadi pusat aktivitas masyarakat sehari-hari. Insiden tersebut juga menjadi peringatan serius bagi warga yang masih bergantung pada sungai untuk mandi, mencuci, maupun aktivitas lainnya.

Menurut informasi yang dihimpun, kejadian berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB di perairan Sungai Kubu yang berada tepat di belakang rumah korban.

Saat itu Burhan turun ke sungai untuk mandi seperti biasanya. Tidak ada tanda-tanda bahaya sebelum seekor buaya tiba-tiba muncul dari dalam air yang keruh dan langsung menerkam bagian kepala korban.

Dalam hitungan detik, kepala Burhan masuk ke dalam rahang buaya. Situasi berubah menjadi pertarungan hidup dan mati di tengah sungai.

Korban yang panik berusaha melawan dengan sekuat tenaga. Dalam kondisi terluka dan berada di bawah ancaman maut, dia berupaya membuka rahang buaya agar dapat melepaskan diri.

Upaya tersebut akhirnya berhasil. Burhan terlepas dari gigitan pertama dan berusaha berenang menuju tepian sungai.

Saat hampir mencapai daratan, buaya kembali menyerang untuk kedua kalinya. Kali ini satwa tersebut menggigit bagian bahu kanan korban.

Meski mengalami luka dan kehilangan banyak tenaga akibat serangan sebelumnya, Burhan tetap berusaha menyelamatkan diri hingga berhasil keluar dari sungai.

Warga yang mengetahui kejadian itu segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat.

Korban Alami Luka Serius di Kepala dan Bahu
Datuk Penghulu Sungai Kubu Hulu, Azlita AM.Keb, membenarkan kejadian tersebut. Menurut Azlita, korban berhasil selamat meskipun mengalami dua kali serangan dari buaya yang diduga muncul dari habitat alaminya di sekitar aliran Sungai Kubu.

“Benar, korban diserang buaya saat mandi di Sungai Kubu. Alhamdulillah korban berhasil selamat dan telah mendapatkan perawatan medis,” kata Azlita saat dikonfirmasi, Jumat (12/6/2026).

Ia menilai keberhasilan korban melepaskan diri dari dua kali serangan merupakan kejadian yang sangat langka.

Pasalnya, dalam banyak kasus serangan buaya, korban sering kali tidak memiliki kesempatan untuk melawan atau menyelamatkan diri.

“Korban sempat diterkam dua kali. Beruntung ia dapat melepaskan diri dan menyelamatkan nyawanya. Ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai,” ujarnya.

Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Rantau Panjang Kiri untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepala Puskesmas Rantau Panjang Kiri, Ns. Juli Herawati, S.Kep., M.M., melalui dr. Bella yang menangani korban menjelaskan bahwa Burhan tiba tidak lama setelah insiden terjadi.

Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami sejumlah luka cukup serius akibat gigitan buaya.

“Korban mengalami luka robek di kepala sebelah kiri yang memerlukan 13 jahitan, luka robek di kepala sebelah kanan sebanyak tiga jahitan, serta luka lecet pada bahu kanan sepanjang kurang lebih sembilan sentimeter,” jelas dr. Bella.

Secara keseluruhan, korban harus menjalani 16 jahitan pada bagian kepala akibat serangan tersebut. Meski demikian, kondisi Burhan dinyatakan stabil setelah mendapatkan tindakan medis.

Setelah menjalani observasi dan perawatan, korban diperbolehkan pulang karena tidak memerlukan rawat inap.

Alarm Bahaya bagi Warga di Sepanjang Sungai Kubu
Insiden yang dialami Burhan menambah daftar risiko keselamatan warga yang tinggal di wilayah pesisir dan bantaran sungai di Rokan Hilir.

Sungai Kubu selama ini menjadi sumber aktivitas masyarakat, mulai dari mandi, mencuci, hingga transportasi air. Di sisi lain, kawasan tersebut juga dikenal sebagai habitat alami buaya muara yang dapat muncul sewaktu-waktu di sekitar permukiman warga.

Kondisi ini menciptakan potensi konflik antara manusia dan satwa liar yang terus menjadi ancaman, terutama pada lokasi yang memiliki intensitas aktivitas masyarakat cukup tinggi.

Pemerintah Kepenghuluan Sungai Kubu Hulu mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai.

Warga diminta menghindari lokasi yang diketahui menjadi habitat buaya serta tidak beraktivitas sendirian di kawasan perairan yang berisiko.

“Kami mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat memanfaatkan sungai. Kejadian ini harus menjadi perhatian bersama agar tidak menimbulkan korban berikutnya,” tegas Azlita.

Konflik Manusia dan Buaya Masih Menjadi Ancaman
Kasus yang menimpa Burhan menunjukkan bahwa ancaman serangan buaya masih nyata di sejumlah wilayah perairan Riau, terutama daerah yang berbatasan langsung dengan habitat satwa tersebut.

Perubahan lingkungan, aktivitas manusia yang semakin dekat dengan habitat buaya, serta tingginya ketergantungan masyarakat terhadap sungai menjadi faktor yang meningkatkan potensi pertemuan antara manusia dan predator tersebut.

Selamatnya Burhan dari dua kali serangan buaya menjadi kisah dramatis yang jarang terjadi. Namun di balik kisah bertahan hidup itu, terdapat peringatan serius mengenai pentingnya mitigasi risiko dan keselamatan masyarakat yang beraktivitas di kawasan sungai.

Bagi warga Sungai Kubu dan daerah pesisir lainnya di Rokan Hilir, kejadian ini menjadi pengingat bahwa ancaman buaya tidak hanya berada jauh di habitat liar, tetapi dapat muncul sewaktu-waktu di lokasi yang setiap hari digunakan masyarakat. (rom)

Exit mobile version