PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Sebuah foto selfie dengan wajah bersimbah darah yang dikirim melalui WhatsApp menjadi petunjuk awal terungkapnya kasus pencurian dengan kekerasan alias curas di kantor pembayaran SPB TBS PT Malika Putri Tunggal (MPT), Kabupaten Pelalawan, Riau, Rabu (17/6/2026).
Pengirim foto tersebut adalah Putriani Tamba, karyawan PT MPT yang saat itu berada seorang diri di kantor perusahaan di Jalan Lintas Timur KM 43, Desa Kiyap Jaya, Kecamatan Bandar Sei Kijang.
Dalam pesan yang dikirim kepada rekan kerjanya, korban meminta pertolongan dan mengaku hendak dibunuh. Pesan darurat itu langsung membuat dua rekannya, Agung Pratama dan Harun Effendi, bergegas menuju lokasi.
Ketika tiba di kantor, keduanya mendapati pintu bangunan masih tertutup. Karena khawatir terjadi sesuatu yang membahayakan, mereka terlebih dahulu menghubungi warga sekitar sebelum masuk ke dalam kantor.
Setelah pintu berhasil dibuka, mereka menemukan kondisi yang mengerikan. Ruangan kasir dipenuhi bercak darah, sementara korban ditemukan dalam keadaan lemah dengan tubuh berlumuran darah.
Korban kemudian segera dibawa ke Rumah Sakit Efarina Pangkalan Kerinci untuk mendapatkan pertolongan medis. Tak lama setelah itu, laporan disampaikan ke kepolisian melalui layanan darurat 110.
Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara mengungkapkan, korban awalnya mengirimkan foto selfie dengan wajah dan tubuh berlumuran darah sambil meminta bantuan, karena mengaku hendak dibunuh.
“Korban mengirim foto dirinya dalam kondisi terluka dan berlumuran darah kepada rekan kerjanya melalui WhatsApp sambil meminta bantuan karena mengaku hendak dibunuh,” ujar AKBP John, Kamis (18/6/2026).
Dikatakan, hasil penyelidikan awal diduga peristiwa tersebut merupakan tindak pencurian dengan kekerasan. Selain melukai korban, pelaku juga diduga membawa kabur uang tunai perusahaan senilai Rp76.184.860.
Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan pengamanan tempat kejadian perkara dan memasang garis polisi.
Tim identifikasi Polres Pelalawan juga melakukan olah TKP untuk mencari jejak pelaku serta mengumpulkan barang bukti yang ditemukan di sekitar lokasi.
Beberapa barang yang diamankan antara lain kipas angin yang rusak dan berlumuran darah, gunting, dua obeng yang diduga terkait dengan kejadian, perangkat DVR CCTV, anting serta kunci brankas.
Selain itu, polisi juga menemukan adanya kehilangan uang tunai perusahaan sebesar Rp76.184.860 yang diduga dibawa kabur oleh pelaku.
Pelaku berhasil diamankan dalam waktu singkat. “Saat ini pelaku sudah berhasil ditangkap dan dalam proses pemeriksaan lebih lanjut penyidik. Rencananya, besok akan kita release,” ujar AKBP John.
Sementara itu, hasil pemeriksaan medis dari RS Efarina menyebut, korban mengalami sekitar 22 luka tusuk pada bagian kepala, perut, dan pundak akibat serangan menggunakan benda tajam. Kondisi tersebut menunjukkan tingkat kekerasan yang tinggi dalam aksi kejahatan tersebut. (dik/ria)
