Akhlak dan Moralitas di Tengah Tantangan Zaman

Oleh: Alusi Idona Pratiwi*

Kemajuan teknologi, globalisasi dan perubahan sosial yang cepat telah membawa dampak besar bagi kehidupan manusia. Salah satunya, mulai terpinggirkannya nilai-nilai akhlak dan moralitas akibat gaya hidup instan, individualisme dan kebebasan tanpa batas.

Maka itu, penguatan akhlak dan moralitas menjadi kebutuhan mendesak agar manusia tidak kehilangan arah dalam menjalani kehidupan.

Perkembangan zaman yang semakin pesat membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Kemajuan teknologi, globalisasi dan arus informasi yang tidak terbatas memberikan banyak kemudahan, namun juga menghadirkan tantangan serius terhadap akhlak dan moralitas.

Nilai-nilai luhur yang dahulu dijunjung tinggi, kini sering kali tergerus oleh gaya hidup instan, individualisme, dan kebebasan tanpa batas. Sebab itu, pembahasan mengenai akhlak dan moralitas menjadi sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan dan nilai kemanusiaan.

Sebab akhlak merupakan perilaku atau sikap manusia yang mencerminkan nilai kebaikan, berdasarkan ajaran agama dan hati nurani.

Sementara itu, moralitas berkaitan dengan ukuran baik dan buruk yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. Akhlak dan moralitas saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan, karena keduanya menjadi dasar dalam membentuk karakter individu maupun tatanan sosial yang harmonis.

Di tengah tantangan zaman modern, akhlak dan moralitas menghadapi berbagai ujian. Salah satu tantangan terbesar adalah pengaruh teknologi digital, terutama media sosial.

Media sosial sering kali menjadi ruang bebas tanpa etika, di mana ujaran kebencian, hoaks dan perilaku tidak sopan mudah ditemukan. Selain itu, budaya pamer dan pencarian pengakuan dapat menumbuhkan sikap sombong, iri, dan rendahnya empati.

Jika tidak disikapi dengan bijak, hal ini dapat merusak akhlak dan moral generasi muda. Tantangan lainnya, meningkatnya sikap individualisme dan materialisme.

Banyak orang lebih mementingkan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan bersama. Nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial mulai memudar. Akibatnya, hubungan antarindividu menjadi renggang dan konflik sosial mudah terjadi.

Lunturnya akhlak dan moralitas juga dapat berdampak pada menurunnya kejujuran, tanggung jawab dan rasa saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.

Di sinilah pentingnya akhlak dan moralitas sebagai benteng diri. Akhlak yang baik mampu menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak, sehingga manusia tidak mudah terjerumus pada perilaku negatif meskipun hidup di tengah arus perubahan yang cepat.

Moralitas juga berperan sebagai pengontrol sosial yang menjaga keharmonisan dan ketertiban dalam masyarakat.

Peran keluarga, sekolah dan masyarakat sangat penting dalam menanamkan dan menjaga akhlak serta moralitas. Keluarga menjadi tempat pertama dan utama dalam pembentukan karakter melalui teladan orang tua. Sekolah berperan dalam mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam proses pembelajaran.

Sementara itu, masyarakat menciptakan lingkungan yang mendukung perilaku bermoral dan beretika.

Kesimpulannya, akhlak dan moralitas merupakan fondasi utama dalam menghadapi tantangan zaman. Kemajuan tanpa akhlak akan membawa kerusakan, sedangkan kemajuan yang disertai akhlak dan moralitas akan melahirkan peradaban yang bermartabat.

Karena itu, penguatan akhlak dan moralitas harus terus dilakukan agar manusia mampu menjalani kehidupan modern tanpa kehilangan nilai-nilai luhur kemanusiaan.

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, akhlak dan moralitas menjadi kompas kehidupan manusia. Tanpa akhlak dan moral yang kuat, kemajuan justru dapat membawa kerusakan.

Karena itu, penguatan akhlak dan moralitas harus dilakukan secara berkelanjutan agar tercipta kehidupan yang bermartabat, harmonis dan menjadi lebih bermakna. (*)

* Penulis adalah mahasiswa PAI Sekolah Tinggi Agama Islam PIQ Sumatera Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *