Pendidikan di Tengah Arus Zaman, Antara Prestasi dan Proses

Oleh: Fitrah Sati Siregar*

Perubahan zaman berlangsung begitu cepat, menuntut dunia pendidikan terus beradaptasi. Kemajuan teknologi, pola belajar yang semakin fleksibel dan karakter peserta didik yang beragam menghadirkan tantangan baru dalam proses pembelajaran.

Namun, di tengah upaya mengejar prestasi akademik, sering kali proses belajar itu sendiri kurang mendapat perhatian. Pendidikan seolah dipersempit maknanya menjadi sekadar pencapaian nilai dan peringkat.

Sesunggunya, hakikat pendidikan bukan hanya menghasilkan peserta didik yang mampu menjawab soal ujian, tetapi juga membentuk individu yang memiliki kemampuan berpikir kritis, sikap bertanggung jawab dan keterampilan hidup.

Proses belajar yang bermakna membutuhkan pendampingan, keteladanan, serta ruang bagi peserta didik untuk berkembang sesuai potensinya.

Sayangnya, sistem pendidikan saat ini masih cenderung menekankan hasil akhir. Keberhasilan belajar sering diukur melalui angka, sementara proses panjang yang dilalui peserta didik jarang menjadi perhatian utama.

Pola ini berpotensi menimbulkan tekanan psikologis dan mengurangi minat belajar. Peserta didik belajar bukan karena kebutuhan akan ilmu, melainkan demi memenuhi tuntutan penilaian.

Di sisi lain, pendidik memiliki peran strategis dalam menyeimbangkan antara pencapaian prestasi dan penghargaan terhadap proses. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, disertai evaluasi yang adil dan berkelanjutan, dapat membantu menciptakan suasana belajar yang lebih sehat.

Pendidikan yang menghargai proses akan mendorong peserta didik untuk belajar dengan kesadaran, bukan keterpaksaan.

Kesimpulannya, pendidikan berkualitas tidak lahir dari obsesi terhadap prestasi semata, melainkan dari proses pembelajaran yang manusiawi dan bermakna.

Dengan memberikan ruang yang seimbang antara prestasi dan proses, pendidikan dapat menjadi sarana pembentukan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara moral dan sosial. Inilah tantangan sekaligus harapan pendidikan di tengah arus cepat perubahan zaman. (*)

* Penulis adalah mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam STIA PIQ Sumbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *