Oleh: Nailatul Khairah*
Dalam satu dekade terakhir, perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia.
Salah satu perubahan yang paling terasa adalah cara masyarakat berbelanja. Jika dahulu orang harus datang ke pasar, toko atau pusat perbelanjaan, kini hampir semua kebutuhan bisa dibeli hanya melalui ponsel.
Fenomena ini dikenal sebagai belanja online atau ecommerce. Belanja online bukan lagi sekadar alternatif, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup, terutama di kalangan anak muda dan masyarakat perkotaan.
Bahkan, masyarakat di daerah pedesaan kini mulai mengikuti tren ini seiring dengan semakin luasnya jaringan internet.
Perkembangan Belanja Online di Indonesia
Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia. Penggunaan smartphone yang tinggi membuat masyarakat semakin mudah mengakses platform e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, Bukalapak hingga TikTok Shop.
Pertumbuhan belanja online semakin pesat sejak pandemi COVID-19. Saat itu, masyarakat dibatasi ruang geraknya sehingga lebih banyak mengandalkan platform digital untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kebiasaan tersebut ternyata berlanjut hingga sekarang. Selain itu, maraknya fitur pembayaran digital seperti e-wallet, bank digital serta layanan paylater turut mendorong peningkatan transaksi online.
Konsumen kini bisa berbelanja kapan saja, bahkan hanya dengan beberapa kali klik.
Faktor yang Mendorong Tren Belanja Online
Beberapa faktor utama yang membuat belanja online semakin digemari masyarakat Indonesia antara lain:
- Kemudahan Akses
Hanya dengan smartphone dan jaringan internet, konsumen dapat berbelanja
tanpa harus keluar rumah. - Harga Kompetitif dan Banyak Promo
Diskon besar-besaran, gratis ongkir, cashback, dan flash sale menjadi daya tarik utama. - Pilihan Produk Sangat Beragam
Mulai dari makanan, pakaian, elektronik, obat-obatan, hingga kebutuhan rumah
tangga tersedia secara lengkap. - Sistem Pengiriman yang Semakin Cepat
Layanan ekspedisi kini mampu mengantarkan barang bahkan dalam hitungan
jam di kota-kota besar. - Review dan Rating Produk
Calon pembeli dapat melihat ulasan sebelum memutuskan membeli, sehingga
lebih percaya diri.
Perubahan Perilaku Konsumen
Tren belanja online juga mengubah cara masyarakat mengambil keputusan. Konsumen kini lebih rasional karena dapat membandingkan harga antar toko dengan mudah.
Banyak pula yang menunggu momen promo seperti Harbolnas 11.11, 12.12, atau Ramadhan Sale untuk mendapatkan harga terbaik.
Di sisi lain, muncul kebiasaan baru yaitu impulsive buying, yaitu membeli barang karena tertarik promo, bukan karena kebutuhan mendesak. Hal ini dapat berdampak pada pola konsumsi masyarakat.
Dampak Ekonomi dari Belanja Online
Perkembangan e-commerce memberikan pengaruh besar terhadap perekonomian Indonesia.
- Dampak Positif
1) pertumbuhan UMKM digital
Banyak pelaku usaha kecil yang kini memiliki pasar lebih luas melalui
platform online.
2) Membuka lapangan kerja baru
Seperti kurir, admin marketplace, content creator, hingga digital marketer.
3) Meningkatkan inklusi keuangan
4) Penggunaan pembayaran digital semakin meluas. - Dampak Negatif
1) Persaingan semakin ketat bagi pedagang tradisional
2) Risiko produk palsu atau tidak sesuai
3) Ketergantungan pada platform digital
Tantangan dalam Belanja Online
Walaupun memberikan banyak manfaat, belanja online tetap memiliki sejumlah risiko, seperti:
- Penipuan atau phishing
- Data pribadi bocor
- Barang tidak sesuai deskripsi
- Kesulitan pengembalian barang
- Ketergantungan pada paylater
Karena itu, konsumen perlu lebih cermat sebelum bertransaksi.
Peran Pemerintah dan Platform E-Commerce
Pemerintah telah menerapkan berbagai regulasi untuk melindungi konsumen,
seperti aturan perdagangan digital dan perlindungan data pribadi. Platform ecommerce juga meningkatkan sistem keamanan, menyediakan layanan pengaduan,
dan memastikan transparansi informasi produk.
Belanja Online dan Masa Depan Ekonomi Digital
Dengan jumlah penduduk yang besar dan penetrasi internet yang terus
meningkat, Indonesia berpotensi menjadi salah satu pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara.
Tren ini diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya literasi digital dan inovasi teknologi. Ke depan, belanja online tidak hanya soal transaksi, tetapi juga pengalaman seperti live shopping, personalisasi produk, dan interaksi langsung antara penjual dan pembeli melalui fitur video.
Tren belanja online di Indonesia merupakan bentuk nyata perubahan gaya hidup masyarakat di era digital. Fenomena ini memberikan banyak kemudahan, membuka peluang ekonomi serta mendorong pertumbuhan UMKM.
Namun, perkembangan ini juga membawa tantangan yang harus dihadapi, terutama terkait keamanan transaksi dan literasi digital.
Dengan penggunaan yang bijak, belanja online tidak hanya menjadi tren, tetapi juga bagian dari transformasi ekonomi menuju era digital yang lebih maju. (*)
* Penulis adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam PIQ Sumbar




