Transformasi Pendidikan Era AI, Pendidikan Nasional Mesti Ciptakan Kurikulum Adaptif

Transformasi Pendidikan Era AI menuntut adanya kurikulum pendidikan yang lebih adaptif. (Foto: Istimewa/AI)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Transformasi pendidikan di era kecerdasan buatan (AI) menjadi sorotan seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. Anggota Dewan Pendidikan Nasional, Handi Irawan Djuwadi menegaskan, sistem pembelajaran di Indonesia harus segera beradaptasi agar mampu menyiapkan generasi masa depan yang kompetitif secara global.

Pernyataan itu disampaikan menyusul pelantikannya sebagai anggota Dewan Pendidikan Nasional periode 2026–2031 di Jakarta, Rabu (Maret 2026).

Perubahan lanskap teknologi, menurut Handi, tidak hanya berdampak pada industri, tetapi juga menuntut reformasi menyeluruh dalam dunia pendidikan, mulai dari kurikulum hingga metode pembelajaran.

Pendidikan Harus Adaptif di Era AI

Handi menilai pendekatan pendidikan konvensional sudah tidak lagi relevan menghadapi tantangan zaman. Ia menekankan pentingnya pembelajaran adaptif yang mampu mengakomodasi perkembangan teknologi, khususnya AI.

“Dengan tantangan global dan perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), proses pembelajaran harus semakin adaptif untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia,” ujarnya.

Transformasi pendidikan di era AI menjadi kunci agar siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berinovasi dan bersaing di tingkat internasional. Hal ini mencakup penguatan literasi digital, kemampuan berpikir kritis, hingga kolaborasi lintas disiplin.

Peran Lintas Sektor dalam Reformasi Pendidikan

Handi membawa pengalaman panjang di dunia bisnis dan riset sebagai CEO Frontier Group. Ia berharap perspektif lintas sektor dapat memperkaya perumusan kebijakan pendidikan nasional.

Selama ini, ia dikenal aktif mendorong inovasi melalui berbagai inisiatif seperti Top Brand Award, Hari Pelanggan Nasional, Hari Media Sosial, serta Hari Inovasi Indonesia. Keterlibatan tokoh dari berbagai latar belakang dinilai penting untuk memastikan kebijakan pendidikan lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.

Selain di dunia bisnis, Handi juga memiliki rekam jejak di bidang pendidikan. Ia menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Pendidikan Kristen serta terlibat dalam Dewan Pendidikan Tinggi di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Dewan Pendidikan Nasional dan Tantangan SDM

Dewan Pendidikan Nasional beranggotakan 13 tokoh yang bertugas memberikan masukan strategis kepada pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan. Dalam konteks transformasi pendidikan di era AI, peran lembaga ini menjadi semakin krusial.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan Dewan Pendidikan Nasional diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjawab tantangan pendidikan sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Hal ini sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan SDM sebagai prioritas utama. Pendidikan yang adaptif dan inovatif dinilai menjadi fondasi penting untuk meningkatkan daya saing bangsa.

Dampak dan Arah Kebijakan Pendidikan

Perkembangan AI diperkirakan akan mengubah kebutuhan keterampilan di masa depan. Banyak pekerjaan baru akan muncul, sementara beberapa jenis pekerjaan lama berpotensi tergantikan oleh otomatisasi.

Karena itu, sistem pendidikan perlu mengantisipasi perubahan tersebut dengan menyesuaikan kurikulum berbasis kompetensi, penguatan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics), serta pengembangan soft skills.

Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan institusi pendidikan menjadi faktor kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang responsif terhadap perubahan zaman.

Dengan langkah strategis dan kebijakan yang tepat, transformasi pendidikan di era AI diharapkan mampu mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan global sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. (dtc/bsh)

Tinggalkan Balasan