Arus Balik di Tol Trans Sumatera Naik 50 Persen, Tol Pekanbaru-XIII Koto Kampar Jadi Akses Wisata Favorit

Jalan Tol Pekanbaru-XIII Koto Kampar. (Foto: Dok. PT Hutama Karya Persero)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Arus Balik Lebaran 2026 di Tol Trans Sumatera mencatat lonjakan signifikan hingga 160.846 kendaraan per 21 Maret 2026. PT Hutama Karya (Persero) mengungkap, peningkatan mencapai 50,58 persen dibanding trafik normal.

Kenaikan didorong tingginya mobilitas masyarakat yang tidak hanya kembali ke kota asal, tetapi juga memanfaatkan momen libur untuk berwisata di berbagai daerah di Sumatera, termasuk Riau.

Fenomena ini menunjukkan pola baru arus balik Lebaran 2026 di Tol Trans Sumatera, di mana pergerakan kendaraan tidak lagi didominasi pemudik reguler. Justru, lonjakan terbesar terjadi pada ruas tol yang menjadi akses utama menuju destinasi wisata unggulan dan jalur penghubung antarkota.

Lonjakan Tajam di Jalur Wisata Sumatera

Sejumlah ruas tol mencatat kenaikan trafik yang sangat tinggi, terutama yang menjadi “pintu masuk” kawasan wisata populer.

Tol Sigli–Banda Aceh Segmen Seulimeum–Baitussalam mencatat lonjakan tertinggi hingga 157,23 persen dengan 8.522 kendaraan. Ruas ini menjadi akses utama menuju destinasi ikonik seperti titik nol kilometer Indonesia dan kawasan pantai di Aceh.

Sementara itu, Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat Segmen Sinaksak meningkat 114,93 persen dengan total 43.687 kendaraan. Jalur ini menjadi pilihan utama wisatawan yang menuju kawasan Danau Toba.

Di Riau, Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar juga mengalami lonjakan signifikan sebesar 101,22 persen atau sebanyak 12.343 kendaraan. Ruas ini memegang peranan penting sebagai akses menuju berbagai destinasi wisata alam dan sejarah di wilayah Riau Barat yang semakin diminati saat libur panjang.

Tak kalah tinggi, Tol Padang–Sicincin di Sumatera Barat mencatat kenaikan 97,32 persen, menegaskan daya tarik kuat wilayah tersebut sebagai tujuan wisata kuliner dan alam.

Untuk mengantisipasi kepadatan arus balik Lebaran 2026 di Tol Trans Sumatera, Hutama Karya juga mengoperasikan sejumlah ruas fungsional.

Ruas Sigli–Banda Aceh Seksi 1 Segmen Seulimeum–Padang Tiji telah dilalui 4.642 kendaraan, membantu mengurai kepadatan di jalur utama.

Selain itu, ruas Palembang–Betung Segmen Kramasan–Pangkalan Balai menampung 2.953 kendaraan selama periode yang sama.

Di koridor utama, Tol Palembang–Indralaya–Prabumulih (Palindra) tetap menunjukkan stabilitas dengan kenaikan 39,40 persen. Sementara Tol Indrapura–Kisaran mencatat pertumbuhan trafik sebesar 69,83 persen, menandakan distribusi kendaraan yang merata di berbagai ruas JTTS.

Imbauan Keselamatan bagi Pengguna Jalan

Plt EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Hamdani, menegaskan bahwa lonjakan arus balik Lebaran 2026 di Tol Trans Sumatera yang didominasi kendaraan pribadi menuju destinasi wisata memerlukan kewaspadaan ekstra dari pengguna jalan.

Ia mengimbau pengendara untuk tidak memaksakan perjalanan jika kondisi fisik menurun, serta selalu mematuhi batas kecepatan yang berlaku.

“Kami berkomitmen memastikan layanan tetap aman dan nyaman. Namun, perencanaan perjalanan yang baik, kepatuhan terhadap aturan, dan pemanfaatan rest area menjadi kunci keselamatan bersama,” ujarnya.

Selain itu, pengguna jalan juga diminta memastikan saldo uang elektronik mencukupi guna menghindari antrean di gerbang tol, terutama pada ruas dengan lonjakan trafik di atas 100 persen.

Dengan tren peningkatan mobilitas ini, arus balik Lebaran 2026 di Tol Trans Sumatera tidak hanya menjadi momen kepulangan, tetapi juga mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata domestik, khususnya di wilayah Riau dan Sumatera secara umum. (kps/zul)

Tinggalkan Balasan