RUPS-LB PT KITB Digelar, Kas Kosong Jadi Alarm Keras Reformasi Total BUMD Siak

Direktur bersama manajemen dan pemegang saham PT KITB usai RUPSLB. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Kawasan Industri Tanjung Buton (PT KITB) yang berlangsung, Kamis (26/3/2026) menjadi sorotan, setelah terungkap kondisi kas perusahaan yang ternyata kosong.

Situasi ini memicu langkah cepat untuk melakukan pembenahan total terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Siak tersebut. RUPS-LB PT KITB digelar sebagai tindak lanjut hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK), sekaligus menjadi momentum strategis dalam memperbaiki tata kelola perusahaan.

Langkah ini dinilai krusial mengingat PT KITB merupakan salah satu aset penting daerah yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, menarik investasi dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Direktur Utama PT KITB, Eriyanto menegaskan, kondisi kas kosong bukan sekadar persoalan finansial, tetapi juga sinyal perlunya reformasi menyeluruh. Menurutnya, transparansi menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi tersebut.

“RUPS-LB ini menunjukkan komitmen kami untuk melakukan penataan total. Kondisi kas kosong adalah fakta yang harus dihadapi secara terbuka dan menjadi dasar untuk langkah korektif serta strategi ke depan,” ujarnya.

Ditambahkan, pembenahan tidak hanya difokuskan pada aspek keuangan, tetapi juga mencakup perbaikan sistem manajemen dan arah bisnis perusahaan agar lebih adaptif terhadap tantangan industri.

Senada dengan itu, Direktur Operasional PT KITB, Sigit Eko Pramono, menegaskan bahwa seluruh jajaran manajemen akan menjalankan efisiensi dan disiplin operasional secara ketat. Menurutnya, tidak ada lagi toleransi terhadap kinerja yang tidak optimal.

“Ke depan, semua kebijakan harus berbasis kinerja, profesionalisme, dan akuntabilitas. Ini menjadi komitmen bersama untuk mengembalikan kepercayaan publik,” katanya.

Dari sisi pemegang saham, Pemerintah Kabupaten Siak menunjukkan sikap tegas terhadap kondisi tersebut. Bupati Siak, Dr. Afni Z menekankan, stagnasi dalam pengelolaan BUMD tidak dapat dibiarkan, apalagi pada perusahaan strategis seperti PT KITB.

Ia menyebut kondisi kas kosong sebagai “alarm keras” yang harus segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret dan terukur.

“Pemerintah daerah tidak akan mentolerir stagnasi. Ini momentum untuk berbenah total. Kita ingin PT KITB bangkit dengan manajemen yang profesional, transparan, dan berorientasi hasil,” tegasnya.

Bupati juga menyoroti pentingnya keberadaan PT KITB dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Selain berpotensi meningkatkan PAD, kawasan industri ini juga dinilai mampu membuka peluang investasi baru serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Kabupaten Siak.

Pelaksanaan RUPS-LB ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemegang saham dan direksi tidak tinggal diam menghadapi krisis internal. Keputusan strategis yang dihasilkan diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan perusahaan.

Penguatan tata kelola, efisiensi operasional, serta penajaman strategi bisnis menjadi fokus utama dalam upaya kebangkitan PT KITB. Dengan langkah ini, perusahaan diharapkan dapat kembali menjalankan perannya sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Ke depan, optimalisasi Kawasan Industri Tanjung Buton menjadi prioritas utama. Dengan dukungan pemerintah daerah dan manajemen yang lebih profesional, PT KITB diharapkan mampu menarik minat investor serta meningkatkan daya saing kawasan industri di tingkat regional maupun nasional.

Transformasi ini bukan hanya soal menyelamatkan perusahaan dari krisis, tetapi juga memastikan keberlanjutan kontribusi PT KITB bagi pembangunan ekonomi Kabupaten Siak secara jangka panjang. (*/bsh)

Tinggalkan Balasan