PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM–Upaya memperkuat ketahanan pangan desa di Singingi Hilir terus didorong melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi produktif.
PT Wananugraha Bima Lestari (WBL) mengambil peran dengan menyalurkan bantuan sarana budidaya ikan dan jamur kepada warga di dua desa, yakni Beringin Jaya dan Sukamaju.
Program ini tidak sekadar bantuan biasa, tetapi dirancang sebagai langkah strategis untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.
Fokusnya pada sektor budidaya yang memiliki potensi pasar besar dan relatif stabil, seperti perikanan air tawar dan jamur tiram.
Di Desa Beringin Jaya, PT WBL menyalurkan bantuan kepada dua kelompok usaha sekaligus. Kelompok Mekar Jaya yang dipimpin Muhammad Sholihin menerima 2.000 ekor bibit ikan mas, lengkap dengan jaring karamba serta pakan pendukung.
Bantuan tersebut diharapkan mampu mempercepat pengembangan usaha perikanan yang telah berjalan.Selain itu, kelompok Cahaya Rezeki yang diketuai Abdurrohman juga mendapatkan dukungan berupa 2.000 baglog jamur tiram, rak budidaya, serta alat semprot.
Fasilitas ini diyakini dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjawab permintaan pasar yang terus meningkat.
Kepala Desa Beringin Jaya, Nurjaini, menyambut baik program tersebut. Ia menilai bantuan yang diberikan tepat sasaran karena langsung menyentuh sektor ekonomi produktif masyarakat.
“Ini sangat membantu warga dalam meningkatkan kemandirian ekonomi. Potensi budidaya ikan dan jamur di desa kami masih sangat besar untuk dikembangkan,” ujarnya.
Sementara itu, di Desa Sukamaju, bantuan difokuskan pada penguatan sektor perikanan. Kelompok Tunas Pemuda Kreatif yang dipimpin Amin Setiawan menerima 1,2 ton pakan ikan untuk mendukung budidaya ikan nila dan lele yang selama ini menjadi sumber penghasilan utama warga.
Langkah PT WBL ini dinilai sebagai bentuk nyata sinergi antara perusahaan dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem ekonomi desa yang lebih kuat.
Tidak hanya meningkatkan produksi, program ini juga membuka peluang lapangan kerja serta memperkuat ketahanan pangan lokal.
Humas PT WBL, Cahyo menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Fokus utama CSR perusahaan adalah mendorong pertumbuhan ekonomi desa berbasis potensi lokal.
“Kami ingin bantuan ini memberikan dampak jangka panjang. Dengan pengelolaan yang baik, masyarakat bisa mandiri secara ekonomi dan tidak bergantung pada bantuan semata,” ulasnya.
Dari sisi pengembangan ekonomi, program ini juga memiliki nilai tambah karena mengintegrasikan dua sektor yang saling mendukung. Budidaya ikan berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan protein masyarakat, sementara jamur tiram menjadi alternatif pangan sekaligus komoditas bernilai jual tinggi.
Selain itu, pendekatan berbasis kelompok dinilai efektif dalam meningkatkan kapasitas produksi dan manajemen usaha. Dengan adanya dukungan sarana dan prasarana, kelompok-kelompok ini diharapkan mampu berkembang menjadi unit usaha desa yang berkelanjutan.
Penguatan ketahanan pangan desa seperti ini menjadi semakin penting di tengah tantangan ekonomi global. Desa tidak hanya diposisikan sebagai konsumen, tetapi juga sebagai produsen yang mampu memenuhi kebutuhan sendiri sekaligus memasok pasar yang lebih luas.
Melalui program ini, PT WBL tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga membangun fondasi ekonomi yang lebih kokoh di tingkat desa.
Harapannya, inisiatif serupa dapat terus berlanjut dan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang efektif di daerah lain. (bsh)
