Karhutla Riau Belum Usai, Manggala Agni Intensifkan Pemadaman dan Pendinginan di Sejumlah Wilayah

Tim Manggala Agni terus melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi karhutla. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau sampai akhir Maret 2026 terus berlangsung. Tim Manggala Agni bersama pihak terkait terus bergerak melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah wilayah terdampak.

Upaya pengendalian karhutla di Riau kini difokuskan pada titik-titik yang masih berpotensi memunculkan bara api. Selain pemadaman di lapangan, langkah antisipasi juga dilakukan melalui pendinginan untuk mencegah kebakaran meluas.

Di Dumai, penanganan karhutla dipusatkan di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai dan Kelurahan Tanjung Palas di Kecamatan Dumai Timur. Sebanyak 18 personel Manggala Agni dari Daops Dumai masih disiagakan di wilayah tersebut untuk melakukan proses pendinginan secara intensif.

Sementara di Bengkalis, upaya pengendalian kebakaran juga masih dilakukan. Di Desa Teluk Lecah, Kecamatan Rupat, tujuh personel diterjunkan untuk memastikan kondisi lahan tetap aman dari potensi api. Sedangkan di Desa Pergam, Kecamatan Rupat, kebakaran dilaporkan telah berhasil dipadamkan sehingga 10 personel bantuan dari Daops Pekanbaru telah ditarik kembali.

Namun, situasi berbeda masih terjadi di Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara. Hingga kini, api dilaporkan belum sepenuhnya padam. Sebanyak 39 personel gabungan dari berbagai daerah operasi, termasuk Sungai Liat, Musi Banyuasin, dan Dumai, terus melakukan pemadaman secara intensif di lokasi tersebut.

Perkembangan positif juga terlihat di Kabupaten Pelalawan. Kebakaran yang sebelumnya terjadi di Desa Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Kampar, kini telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, proses pendinginan masih terus dilakukan di beberapa titik lain, seperti di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, dan Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti.

Sejumlah personel bantuan dari luar daerah yang sebelumnya dikerahkan ke Pelalawan, seperti dari Kota Jambi dan Bukit Tempurung, saat ini telah ditarik kembali setelah kondisi dinilai lebih terkendali.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menegaskan bahwa seluruh tim akan terus memaksimalkan upaya pemadaman di lapangan. Menurutnya, langkah terpadu antara personel darat dan dukungan teknologi menjadi kunci dalam mengendalikan karhutla.

Selain itu, strategi tambahan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) juga terus dilakukan untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah terdampak.

“Kami berupaya mengoptimalkan setiap potensi awan agar bisa menghasilkan hujan, sehingga dapat membantu proses pemadaman kebakaran,” ujar Ferdian kepada wartawan, Rabu (1/4/2026).

Peran masyarakat dalam mencegah karhutla, kata Ferdian sangat penting, seperti tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Partisipasi aktif masyarakat dinilai sangat penting untuk menekan potensi munculnya titik api baru, khususnya di musim kemarau yang rawan kebakaran.

“Dukungan semua pihak sangat dibutuhkan. Kami berharap masyarakat ikut menjaga lingkungan dan bersama-sama mencegah karhutla,” tambahnya.

Saat ini, upaya pengendalian kebakaran hutan Riau terus dilakukan secara terpadu. Tim di lapangan tetap bersiaga penuh untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam dan tidak kembali menyebar. (trp/bsh)

Exit mobile version