KAMPAR, FOKUSRIAU.COM-PT Nusantara Sentosa Raya (NSR) kembali menunjukkan komitmennya terhadap masyarakat dengan menyalurkan berbagai program bantuan yang menyentuh langsung kebutuhan warga di wilayah operasionalnya.
Dukungan ini mencakup penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), fasilitas ibadah hingga peningkatan layanan kesehatan dasar.
Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui penyerahan mesin pemadam kebakaran portabel kepada kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di Desa Rantau Kasih, Kecamatan Kampar Kiri Hilir.
Peralatan jenis ministriker ini dinilai efektif untuk menjangkau titik api di area sulit, sekaligus mempercepat respons awal warga dalam menghadapi ancaman karhutla yang kerap terjadi saat musim kemarau.
Tak hanya itu, perusahaan juga memperhatikan kebutuhan energi di rumah ibadah. Di Desa Mentulik, PT NSR menyerahkan satu unit genset untuk Masjid Baiturrahman. Bantuan ini diharapkan menjaga kelangsungan aktivitas ibadah dan kegiatan keagamaan, terutama saat terjadi pemadaman listrik.
Di sektor kesehatan, perhatian perusahaan ditunjukkan melalui penyaluran alat kesehatan ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Gading Permai. Fasilitas tambahan ini diharapkan dapat mendukung tenaga medis dalam memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada masyarakat, khususnya di daerah yang akses kesehatannya masih terbatas.
Selain itu, pembangunan sarana ibadah juga menjadi fokus. PT NSR turut memberikan bantuan material untuk pembangunan mushala di Dusun Tasik Indah, Desa Segati, Kabupaten Pelalawan. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fasilitas sosial dan keagamaan masyarakat setempat.
Humas PT NSR, Rio Purba menegaskan, rangkaian program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang berkelanjutan. Menurutnya, perusahaan tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga berupaya tumbuh bersama masyarakat sekitar.
“Bantuan ini kami harapkan memberi dampak jangka panjang, baik dalam mitigasi bencana, peningkatan kualitas ibadah, maupun pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar Rio, Jumat (10/4/2026).
Program ini sekaligus mempertegas peran sektor swasta dalam mendukung pembangunan daerah berbasis kebutuhan riil masyarakat, terutama di wilayah rawan karhutla seperti Kampar Kiri Hilir. (bsh)
