Genjot PAD di Tengah Tekanan Fiskal, Pemprov Riau Konsolidasikan Samsat dan Perkuat “Tali Berpilin Tiga”

Plt. Gubernur Riau SF Hariyanto. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Pemerintah Provinsi Riau mempercepat langkah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah tekanan fiskal yang kian terasa. Salah satu strategi utama, mengonsolidasikan seluruh unit Samsat untuk mengoptimalkan penerimaan daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, memimpin langsung penandatanganan komitmen bersama jajaran Samsat se-Riau sebagai upaya memperkuat kinerja pendapatan. Langkah ini diambil menyusul semakin terbatasnya ruang anggaran akibat fluktuasi dana transfer dari pemerintah pusat.

Menurut Hariyanto, kondisi fiskal yang ketat tidak boleh menghambat laju pembangunan daerah. Justru, situasi ini harus dijadikan momentum untuk memperkuat kemandirian keuangan daerah melalui inovasi dan terobosan baru.

“Ruang fiskal kita memang terbatas, tetapi ini bukan alasan untuk berhenti. Kita harus bergerak lebih cepat dan mencari solusi konkret dalam meningkatkan PAD,” ujar SF Hariyanto kepada wartawan, Minggu (12/4/2026).

Ditegaskan, optimalisasi sektor pajak daerah, khususnya dari kendaraan bermotor melalui Samsat, menjadi salah satu kunci utama dalam mendongkrak pendapatan.

Selain itu, perbaikan layanan dan peningkatan kepatuhan wajib pajak juga menjadi fokus perhatian pemerintah.

Tak hanya aspek ekonomi, Pemprov Riau juga menekankan pentingnya penguatan sinergi sosial dalam mendukung pembangunan. Hal ini diwujudkan melalui forum konsultasi bertajuk “tali berpilin tiga” yang digelar di Balai Dang Merdu BRK Syariah, Pekanbaru.

Forum tersebut mempertemukan unsur pemerintah, tokoh adat, dan ulama sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas sosial sekaligus memperkuat arah kebijakan daerah.

Konsep “tali berpilin tiga” sendiri merupakan kolaborasi antara Forum Komunikasi Masyarakat Riau (FKMR), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Lembaga Adat Melayu (LAM).

Ketiganya dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni dan mendukung program pembangunan.

SF Hariyanto menekankan, forum ini bukan sekadar wadah diskusi, melainkan sarana menyatukan visi antara pemerintah dan elemen masyarakat.

“Sinergi ini penting agar kebijakan yang diambil selaras dengan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat,” katanya.

Dengan kombinasi penguatan PAD dan kolaborasi sosial, Pemprov Riau optimistis mampu menjaga stabilitas daerah sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan di tengah tantangan fiskal. (trp/bsh)

Tinggalkan Balasan