Perbaikan Jalan Pekanbaru-Padang, BPJN Riau Fokus Kejar Titik Rusak Sampai Perbatasan Sumbar

Perbaikan jalan rusak Riau-Sumbar terus dilaksanakan. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Jalan nasional Pekanbaru–Padang menjadi perhatian serius pemerintah. Dalam beberapa pekan terakhir, perbaikan jalan rusak dan membahayakan keselamatan terlihat di sejumlah titik strategis yang selama ini dikeluhkan pengendara.

Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau kini mempercepat penanganan kerusakan di ruas penghubung Riau dan Sumatera Barat tersebut. Langkah itu dilakukan untuk menjaga fungsi jalan nasional tetap optimal, terutama menjelang meningkatnya mobilitas kendaraan antardaerah.

Perbaikan difokuskan mulai dari kawasan Jalan HR Soebrantas hingga mendekati perbatasan Sumatera Barat. Jalur ini dikenal sebagai urat nadi transportasi darat yang setiap hari dipadati kendaraan pribadi, bus antarkota hingga truk logistik.

PPK 1.4 BPJN Riau, Afdirman Jufri mengatakan, sedikitnya ada 10 titik kerusakan yang saat ini sedang dalam tahap pengerjaan. Kondisi kerusakan bervariasi, mulai dari lubang ringan hingga permukaan jalan yang sudah mengalami penurunan kualitas cukup parah.

“Perbaikan terus kami kebut untuk menjaga jalan tetap fungsional. Ruas Pekanbaru–Padang ini sangat vital karena menghubungkan aktivitas ekonomi dua provinsi,” kata Afdirman, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, BPJN Riau tidak hanya melakukan penambalan biasa. Pada sejumlah titik dengan tingkat kerusakan berat, pengerjaan dilakukan menggunakan metode overlay atau pelapisan ulang aspal agar daya tahan jalan lebih maksimal.

“Dari total 10 titik yang ditangani, delapan titik dilakukan overlay. Sedangkan dua titik lainnya cukup dengan tambal sulam,” ulasnya.

Perbaikan ini dinilai penting karena ruas Pekanbaru–Padang selama ini menjadi jalur utama distribusi barang dan mobilitas masyarakat lintas provinsi. Jika kerusakan dibiarkan terlalu lama, dampaknya tidak hanya memicu kemacetan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Dalam beberapa bulan terakhir, keluhan pengguna jalan di media sosial juga cukup ramai. Banyak pengendara mengaku harus mengurangi kecepatan secara mendadak saat melewati titik berlubang. Kondisi itu kerap memicu antrean kendaraan, terutama saat arus padat akhir pekan.

Selain faktor usia jalan, tingginya volume kendaraan berat disebut menjadi salah satu penyebab cepatnya kerusakan aspal. Jalur lintas ini setiap hari dilalui truk bertonase besar yang mengangkut hasil perkebunan, bahan bangunan hingga logistik antar provinsi.

Di sisi lain, cuaca dengan intensitas hujan tinggi juga mempercepat penurunan kualitas jalan. Air yang masuk ke lapisan aspal membuat permukaan jalan mudah retak dan berlubang jika tidak segera ditangani.

Afdirman memastikan, proses pengerjaan dilakukan secara bertahap agar lalu lintas tetap berjalan normal. Petugas di lapangan juga telah memasang rambu-rambu peringatan di sekitar area perbaikan untuk mengurangi risiko kecelakaan.

“Kami mengimbau pengendara lebih berhati-hati dan memperhatikan rambu yang sudah dipasang. Karena jalur ini cukup padat dan kendaraan sering melaju dengan kecepatan tinggi,” ujarnya.

Imbauan tersebut dinilai penting mengingat jalur Pekanbaru–Padang memiliki karakter jalan yang cukup menantang. Pada beberapa titik, kendaraan harus melintasi tikungan panjang dan kawasan padat kendaraan berat. Saat proses pengerjaan berlangsung, ruang gerak kendaraan otomatis menjadi lebih terbatas.

Masyarakat berharap perbaikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu meningkatkan kualitas jalan dalam jangka panjang. Sebab, jalur nasional ini memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan barat Sumatera.

Perbaikan jalan nasional ini menjadi sinyal bahwa pemerintah mulai memberi perhatian serius terhadap konektivitas antardaerah di Pulau Sumatera. Infrastruktur yang terjaga diyakini mampu mendukung aktivitas perdagangan, pariwisata dan investasi daerah.

BPJN Riau sendiri menargetkan pengerjaan di sejumlah titik prioritas dapat selesai sesuai jadwal. Selama proses berlangsung, pengguna jalan diminta tetap bersabar dan mengutamakan keselamatan saat melintas di kawasan pengerjaan.

Dengan tingginya mobilitas kendaraan setiap hari, kondisi jalan Pekanbaru–Padang memang tidak bisa dibiarkan rusak terlalu lama. Jalur ini bukan sekadar penghubung dua provinsi, tetapi menjadi denyut utama aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tengah Sumatera. (mcr)

Exit mobile version