Hadapi Tekanan Harga Pangan, Pemprov Riau Perluas Operasi Pasar Murah

Plt. Gubernur Riau SF Hariyanto meninjau harga kebutuhan bahan pokok di pasar, beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Pemerintah Provinsi Riau memperluas pelaksanaan operasi pasar murah di sejumlah daerah di pekan ini, sebagai langkah untuk menahan tekanan harga pangan dan menjaga daya beli masyarakat. Program tersebut menyasar warga yang terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok, sekaligus menjadi instrumen pengendalian inflasi daerah.

Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah, Pemprov Riau menjadwalkan empat kali operasi pasar murah di Pekanbaru dan Kabupaten Rokan Hulu selama pertengahan Juni 2026.

Kebijakan ini menjadi penting di tengah masih tingginya sensitivitas harga pangan terhadap pasokan, distribusi, serta perubahan permintaan masyarakat. Bagi rumah tangga berpenghasilan rendah, selisih harga beberapa ribu rupiah pada komoditas pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan telur dapat berdampak langsung terhadap pengeluaran bulanan.

Plt. Gubernur Riau, SF Hariyanto mengatakan, operasi pasar murah akan terus dilakukan sesuai kemampuan pemerintah daerah sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Kita bersama BUMD pangan melaksanakan operasi pasar di beberapa kecamatan. Kita upayakan sesuai kemampuan tim yang ada dan terus berusaha semaksimal mungkin,” kata SF Hariyanto, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, operasi pasar murah merupakan salah satu instrumen yang saat ini paling memungkinkan dilakukan pemerintah daerah untuk menjaga keterjangkauan harga pangan.

“Minggu ini kita gelar terus. Memang inilah upaya yang bisa kita lakukan untuk membantu mengurangi beban masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari,” ujarnya.

Strategi Menahan Inflasi dan Menjaga Daya Beli
Operasi pasar murah bukan sekadar kegiatan penjualan sembako bersubsidi. Program ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi yang rutin dilakukan pemerintah daerah ketika terjadi gejolak harga pangan.

Dalam beberapa tahun terakhir, komoditas pangan menjadi penyumbang utama inflasi daerah. Kenaikan harga beras, minyak goreng, gula, telur, cabai, dan bawang kerap memengaruhi tingkat pengeluaran rumah tangga.

Karena itu, pemerintah daerah berupaya menghadirkan pasokan langsung ke masyarakat dengan harga yang lebih rendah dibanding pasar. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan lonjakan harga sekaligus menjaga stabilitas pasokan.

Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Riau, Tetty Nurdianti mengatakan, jadwal operasi pasar pekan ini disesuaikan dengan adanya libur nasional Tahun Baru Islam 1 Muharram.

“Untuk pekan ini kita gelar empat kali kegiatan. Besok bertepatan dengan libur nasional Tahun Baru Islam 1 Muharram sehingga jadwal disesuaikan,” katanya.

Jadwal Operasi Pasar Murah Pekan Ini
Berdasarkan jadwal resmi yang disusun Disperindagkop UKM Provinsi Riau, operasi pasar murah digelar di empat lokasi berbeda. Senin (15/6/2026), kegiatan dilaksanakan di Halaman SMA Negeri 16 Pekanbaru, Jalan Pramuka Ujung, Kecamatan Rumbai Timur.

Selanjutnya, operasi pasar murah berlanjut ke Kabupaten Rokan Hulu yang menjadi daerah dengan permintaan khusus dari pemerintah kabupaten setempat.

Jadwal pelaksanaannya meliputi:
Rabu (17/6/2026) di Halaman Kantor Camat Tambusai Utara.
Kamis (18/6/2026) di Halaman Kantor Camat Kunto Darussalam.
Jumat (19/6/2026) di Halaman Kantor Camat Tandun.

Pemerintah berharap masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar umum.

Daftar Harga Sembako yang Dijual Lebih Murah
Dalam pelaksanaan di Pekanbaru, sejumlah komoditas pokok dijual dengan harga yang relatif lebih rendah dibanding harga pasaran.

Komoditas yang tersedia meliputi:
Beras SPHP Rp60.000 per 5 kilogram.
Gula pasir Rp18.000 per kilogram.
Minyakita Rp15.500 per kemasan.
Telur ayam Rp49.000 per papan.

Sementara itu, untuk operasi pasar murah di Kabupaten Rokan Hulu, pemerintah menerapkan skema subsidi harga sehingga masyarakat dapat membeli sejumlah komoditas di bawah harga eceran tertinggi (HET).

Daftar harga yang disiapkan antara lain:
Beras premium Rp70.000 per 5 kilogram.
Beras CML Rp68.000 per 5 kilogram.
Gula pasir Rp16.000 per kilogram.
Minyakita Rp14.000 per liter.
Minyak goreng premium Rp20.000 per liter.
Tepung terigu Rp11.000 per kilogram.
Telur ayam Rp45.000 per papan.
Bawang putih Rp24.000 per kilogram.

Selain itu, masyarakat juga dapat memperoleh komoditas hortikultura seperti cabai merah keriting, bawang merah, dan kentang dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Lalu siapa yang paling diuntungkan?
Kelompok masyarakat yang paling merasakan manfaat program ini adalah rumah tangga berpenghasilan rendah, pekerja sektor informal, serta keluarga yang pengeluaran bulanannya didominasi kebutuhan pangan.

Bagi kelompok tersebut, stabilitas harga pangan memiliki pengaruh langsung terhadap kemampuan memenuhi kebutuhan dasar keluarga.

Selain memberikan manfaat ekonomi bagi konsumen, operasi pasar murah juga berfungsi menjaga ekspektasi harga di tingkat pasar. Ketika pasokan tersedia dan harga terkendali, potensi kenaikan harga yang terlalu tinggi dapat ditekan.

Namun demikian, sejumlah pengamat ekonomi menilai operasi pasar hanya menjadi solusi jangka pendek. Dalam jangka panjang, stabilitas harga pangan tetap sangat bergantung pada kelancaran distribusi, ketersediaan stok, produktivitas pertanian, serta efektivitas rantai pasok.

Tantangan Pengendalian Harga Pangan di Riau
Meski operasi pasar murah membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tantangan pengendalian inflasi pangan masih cukup besar.

Riau merupakan provinsi yang bergantung pada pasokan sejumlah komoditas dari daerah lain. Gangguan distribusi, cuaca ekstrem, hingga kenaikan biaya transportasi dapat memicu kenaikan harga di tingkat konsumen.

Karena itu, operasi pasar murah menjadi salah satu instrumen penting yang digunakan TPID untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan sekaligus mencegah lonjakan inflasi yang berpotensi menggerus daya beli masyarakat.

Pemprov Riau mengimbau masyarakat yang ingin berbelanja datang sesuai jadwal yang telah ditetapkan, mengantre secara tertib, serta membawa kantong belanja sendiri guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Dengan berlanjutnya operasi pasar murah di Pekanbaru dan Rokan Hulu, pemerintah berharap tekanan harga pangan dapat dikendalikan sehingga masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok di tengah dinamika ekonomi dan fluktuasi harga bahan pangan. (mcr)

Exit mobile version