PALEMBAYAN, FOKUSRIAU.COM-Hamparan batu-batu besar kini memenuhi bekas aliran sungai di Nagari Salareh Aia. Ini menjadi saksi bisu dari dahsyatnya hantaman banjir bandang dan galodo, beberapa waktu lalu.
Sungai Nanggang yang berhulu di lereng kawah Danau Maninjau, kini berubah menjadi aliran maut. Lumpur, bebatuan dan batang kayu menghantam apa saja yang dilaluinya—rumah, sawah, ladang, hingga kenangan hidup warga—lenyap seketika.
Bencana yang terjadi Kamis (27/11/2025) itu masih meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Ratusan rumah rata dengan tanah, lahan pertanian tertimbun material galodo dan ratusan warga menjadi korban. Hingga kini, duka itu belum sepenuhnya reda.
Beberapa warga masih dilaporkan belum ditemukan, tertelan ganasnya amukan alam.Di tengah puing-puing bencana dan keheningan yang menyelimuti nagari, uluran tangan kemanusiaan datang dari Gobah Care Community (GCC).
Komunitas yang baru berganti nama dari Alumni SDN 005 Peduli ini bergerak cepat menggalang donasi untuk membantu warga Sumatera Barat yang terdampak bencana.
Dipimpin ketuanya Muhammad Yasir dan didampingi Dewi Astuti, S.Pd selaku sekretaris, serta Asmar, Hana, Wati, Titien S, Herman, dan Riki sebagai anggota, GCC menghimpun kepedulian dari berbagai penjuru.
Selama dua pekan, terkumpul dana sebesar Rp6.070.500, tiga kardus pakaian layak pakai, serta 11 karung beras.
Seluruh bantuan tersebut kemudian dikemas menjadi 60 paket sembako berisi beras, minyak goreng, mi instan, gula dan makanan kaleng.
“Kami merasa bantuan ini harus segera diserahkan. Terima kasih kepada kawan-kawan alumni, warga Gobah, serta teman-teman yang berada di Jakarta, Samarinda, dan Balikpapan yang telah ikut berpartisipasi. Semoga apa yang diberikan membawa manfaat besar bagi saudara-saudara kita yang terdampak banjir dan galodo di Sumatera Barat,” ujar Muhammad Yasir dalam keterangan tertulis kepada FokusRiau.Com, Sabtu sore.
Dikatakan, Kamis malam, tim GCC berangkat menuju lokasi bencana dan tiba di Kecamatan Palembayan pada Jumat pagi.
Dipandu Wahyu Arif, warga setempat yang juga menjadi saksi langsung kedahsyatan galodo, bantuan disalurkan ke tiga posko penanggulangan bencana di wilayah Salareh Aia.
Posko pertama berada di Nagari Salareh Aia Utara. Sebanyak 20 paket sembako diterima langsung oleh Wali Nagari Salareh Aia Utara, Zulkifli.
Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan GCC.
“Terima kasih atas kepedulian Gobah Care Community. Bantuan ini akan segera kami salurkan kepada warga yang membutuhkan. Semoga menjadi ladang amal bagi semuanya,” ucapnya.
Perjalanan dilanjutkan ke Masjid Taqwa Muhammadiyah, yang kini menjadi salah satu pusat distribusi bantuan.
Di lokasi ini, 20 paket sembako diterima oleh pengurus masjid, Anaswar. Ia mengungkapkan rasa syukur atas perhatian masyarakat Pekanbaru yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk warga Palembayan.
Posko terakhir berada di Nagari Salareh Aia Timur. Wali Nagari Ahmad Fauzi menyambut langsung kedatangan tim GCC. Ia menuturkan, bencana kali ini merupakan yang terparah sepanjang sejarah nagari.
“Ini bencana yang sangat dahsyat dan belum pernah terjadi sebelumnya. Permukiman warga yang berada di antara persawahan dan kebun sawit benar-benar luluh lantak,” tukasnya.
Wahyu Arif menambahkan, Kecamatan Palembayan menjadi salah satu wilayah dengan dampak terparah di Sumatera Barat.
Selain Salareh Aia dan Salareh Aia Timur, kawasan Salareh Aia Utara juga mengalami kerusakan hebat.
“Banjir bandang ini mengerikan. Ratusan rumah, sawah, dan ladang warga hilang tersapu arus. Bahkan, rumah keluarga saya sendiri ada yang ikut terseret,” tuturnya lirih.
Di tengah sisa-sisa kehancuran yang masih membekas, kehadiran Gobah Care Community menjadi secercah harapan.
Bantuan yang mungkin sederhana itu tak sekadar mengisi kebutuhan perut, tetapi juga menguatkan hati—bahwa di balik musibah besar, masih ada kepedulian dan persaudaraan yang tak ikut hanyut oleh galodo. (bsh)




