PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat jumlah titik panas (hotspot) di Riau mencapai 14 titik. Jumlah itu diperoleh berdasarkan pemantauan sampai pukul 23.00 WIB malam tadi. Meski jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan sejumlah provinsi lain di Sumatera, namun kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus tetap ditingkatkan.
Data BMKG menunjukkan, Sumatera memiliki total 151 hotspot. Bangka Belitung menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 41 titik, disusul Aceh sebanyak 35 titik dan Sumatera Selatan 33 titik. Sementara itu, Riau hanya menyumbang 14 hotspot atau jauh lebih sedikit dibandingkan provinsi-provinsi tersebut.
Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Deby C mengatakan, penyebaran hotspot di Riau masih didominasi Kabupaten Bengkalis.
“Sebaran hotspot di Riau masih didominasi Kabupaten Bengkalis dengan 11 titik, sedangkan masing-masing satu titik terdeteksi di Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Siak, dan Kota Dumai,” ujarnya.
Di sisi lain, BMKG juga memprakirakan hujan akan turun di sejumlah wilayah Riau, Rabu (22/7/2026). Pagi hari, hujan ringan hingga sedang diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, dan Dumai.
Saat siang hingga sore, hujan diperkirakan meluas ke hampir sebagian besar wilayah Provinsi Riau. Sementara malam hari, hujan masih berpotensi mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir dan Kota Dumai.
Menurut BMKG, kondisi hujan tersebut dapat membantu meningkatkan kelembapan lahan di beberapa daerah. Namun, keberadaan hotspot menunjukkan masih terdapat area yang mengalami suhu permukaan relatif tinggi sehingga pemantauan tetap diperlukan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama di wilayah Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, dan Kota Dumai.
Selain itu, suhu udara diprakirakan berkisar 23-32 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 60-100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam.
Di wilayah perairan Riau, tinggi gelombang diprakirakan berada pada kisaran 0,5-1,25 meter atau kategori rendah. Meski demikian, BMKG tetap mengimbau nelayan dan pengguna transportasi laut untuk memperhatikan perkembangan prakiraan cuaca sebelum melakukan pelayaran.
Data hotspot menjadi salah satu indikator penting dalam upaya deteksi dini karhutla. Karena itu, pemerintah daerah, aparat penanggulangan bencana, dan masyarakat di wilayah yang masih terpantau memiliki titik panas diharapkan terus meningkatkan pengawasan agar potensi kebakaran tidak berkembang menjadi kejadian yang lebih besar. (mcr)






