Hotspot Naik Jadi 21 Titik Meski Hujan Mengguyur Sejumlah Daerah di Riau

Petugas Manggala Agni berjibaku memadamkan karhutla di Inhu, beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Jumlah titik panas (hotspot) di Riau kembali meningkat menjadi 21 titik berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga Rabu (29/7/2026) pukul 23.00 WIB. Kenaikan ini terjadi di tengah kondisi hujan yang mulai mengguyur sebagian besar wilayah Riau, Kamis (30/7/2026) pagi.

Data tersebut menunjukkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu diwaspadai meski curah hujan mulai meningkat di sejumlah daerah.

Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Sanya G mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan satelit, titik panas tersebar di enam daerah di Provinsi Riau.

Sebaran terbanyak berada di Kota Dumai dengan tujuh titik panas. Selanjutnya Kabupaten Indragiri Hilir lima titik, Kabupaten Kuantan Singingi empat titik, Kabupaten Pelalawan tiga titik, serta masing-masing satu titik di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Indragiri Hulu.

Secara regional, Pulau Sumatera tercatat memiliki 276 hotspot. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah titik panas tertinggi, yakni 99 titik, disusul Sumatera Barat 48 titik, Jambi 37 titik, Bangka Belitung 35 titik, Riau 21 titik, Lampung 11 titik, Sumatera Utara 10 titik, Kepulauan Riau delapan titik, dan Bengkulu tujuh titik.

Di sisi lain, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat telah mengguyur sebagian besar wilayah Riau sejak pagi.

Menurut BMKG, hujan terpantau terjadi di Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, Kampar, Siak, Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Indragiri Hilir, Pelalawan, hingga Kota Pekanbaru.

Memasuki siang hingga malam, hujan masih diprakirakan berlangsung di sejumlah kabupaten dan kota dengan intensitas ringan hingga sedang.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang di Kabupaten Kampar, Pelalawan, Kuantan Singingi, Siak, serta Kota Pekanbaru.

Sanya menjelaskan, meskipun hujan mulai turun di banyak wilayah, upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan tidak boleh dikendurkan karena keberadaan hotspot masih menunjukkan adanya potensi kebakaran di sejumlah lokasi.

Selain kondisi cuaca, suhu udara di Riau diprakirakan berkisar 23-34 derajat Celcius dengan kelembapan 58-100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat laut dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam.

Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut diprakirakan berada pada kisaran 0,5-1,25 meter atau kategori rendah.

Kenaikan jumlah hotspot menjadi sinyal bahwa ancaman karhutla di Riau belum sepenuhnya berakhir. Curah hujan yang mulai turun memang dapat membantu menekan risiko kebakaran, namun belum cukup untuk menghilangkan potensi munculnya titik api baru, terutama di kawasan lahan gambut yang mudah terbakar saat kondisi mengering.

Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap dua kondisi sekaligus, yakni potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang dan ancaman kebakaran hutan dan lahan yang masih memerlukan pengawasan dan langkah pencegahan secara berkelanjutan. (mcr)