PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Ada satu minuman yang dinilai para ahli lebih efektif untuk menajamkan otak. Bukan kopi, namun jenis teh yang disebut lebih aman untuk konsumsi jangka panjang.
Di tengah rutinitas harian yang padat, banyak orang mengeluh sulit fokus. Cepat lelah secara mental atau mudah lupa menjadi efeknya.
Tak sedikit yang langsung mengandalkan minum kopi sebagai solusi. Padahal menurut ahli gizi ada minuman yang lebih ampuh dari kopi untuk menjaga ketajaman otak.
Dilansir dari Real Simple, Kamis (8/1/2026) lalu, teh hijau memiliki kombinasi senyawa alami yang dapat membantu menajamkan otak. Salah satu alasan utama teh hijau begitu direkomendasikan adalah kandungan antioksidan catechin.
Terutama epigallocatechin gallate (EGCG), senyawa ini berperan penting dalam melindungi sel-sel otak dari kerusakan akibat stres oksidatif. Stres oksidatif tersebut yang dapat mempercepat penurunan fungsi otak seiring bertambahnya usia.
Selain itu, teh hijau mengandung L-theanine, asam amino unik yang jarang ditemukan pada minuman lain. L-theanine dikenal mampu menciptakan rasa tenang tanpa membuat mengantuk.
Kandungan kafein dalam teh hijau juga tergolong rendah dan seimbang. Jumlahnya cukup untuk membantu meningkatkan kewaspadaan.
Namun dibanding kopi, teh hijau tidak memiliki efek yang menyebabkan jantung berdebar atau rasa gelisah. Kombinasi kafein dan L-theanine inilah yang disebut para ahli sebagai duet ideal pendukung konsentrasi dalam waktu lama.
Bibanding teh hitam, teh hijau dinilai lebih unggul. Karena proses pengolahannya yang minim oksidasi. Hal ini membuat kandungan antioksidannya tetap terjaga.
Untuk mendapatkan manfaat maksimal, cara menyeduh teh hijau juga perlu diperhatikan. Para ahli menyarankan menggunakan air panas bersuhu sekitar 70-80 derajat celcius, bukan air mendidih.
Waktu seduh ideal berkisar 2-3 menit agar rasa tidak pahit dan kandungan aktifnya tetap optimal. Minum satu hingga tiga cangkir per hari sudah cukup untuk mendukung kesehatan otak dalam jangka panjang.
Teh hijau juga bisa diracik agar rasanya lebih enak, tanpa pemanis atau perasa tambahan agar tetap sehat. Misalnya dengan menambahkan madu, kayu manis, atau lemon yang membuat kesegarannya lebih maksimal. (dtc/bsh)




