KUANSING, FOKUSRIAU.COM-Persoalan sampah kembali mencuat di Teluk Kuantan, Kabupaten Kuansing. Sejumlah titik strategis dipenuhi tumpukan sampah yang kian sulit dikendalikan, terutama di kawasan aktivitas pedagang kaki lima (PKL).
Pantauan di lapangan, penumpukan terlihat di sekitar Pasar Modern Jalan Proklamasi, ruas Jalan Limuno hingga Jalan Tobek Panjang, Kecamatan Kuantan Tengah. Limbah sisa aktivitas jual beli mendominasi, mulai dari plastik, sisa makanan hingga kemasan sekali pakai yang berserakan di pinggir jalan.
Kondisi ini membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kuansing bekerja ekstra. Namun, keterbatasan armada pengangkut dan jumlah petugas menjadi kendala utama dalam menangani lonjakan volume sampah harian.
Wakil Bupati Kuansing, Muhklisin menegaskan, pemerintah daerah tidak melarang masyarakat mencari nafkah di ruang publik. Namun, ia menekankan pentingnya tanggung jawab pedagang terhadap kebersihan lingkungan sekitar.
“Silakan berjualan, tapi jangan abaikan kebersihan. Area yang digunakan harus dibersihkan setelah aktivitas selesai,” ujar Muhklisin kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).
Ia juga mengingatkan agar pedagang tidak meninggalkan gerobak atau peralatan jualan di lokasi setelah berjualan, karena dapat memperparah kesan semrawut dan menghambat proses pembersihan.
Menurut Muhklisin, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kebersihan kota, apalagi dalam waktu dekat Kuansing akan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Riau.
“Jangan sampai tamu yang datang justru disuguhi pemandangan yang tidak nyaman. Ini soal citra daerah juga,” tegasnya.
Lonjakan volume sampah di kawasan perkotaan sendiri dipicu oleh meningkatnya aktivitas ekonomi informal, termasuk PKL yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Tanpa pengelolaan yang baik, aktivitas ini berpotensi menimbulkan masalah lingkungan serius.
Pemerintah daerah kini mendorong sinergi antara DLH, pedagang, dan masyarakat umum untuk mencari solusi jangka panjang. Edukasi, penyediaan tempat sampah, hingga pengawasan di lapangan dinilai menjadi langkah penting agar Telukkuantan tetap bersih dan layak dikunjungi.
Dengan kolaborasi semua pihak, diharapkan persoalan sampah yang selama ini menjadi keluhan dapat ditekan, sehingga wajah Kota Teluk Kuantan tampil lebih tertata, terutama menjelang perhelatan MTQ Riau. (haz)




