35 Ton Garam Disemai, OMC Intensif Cegah Karhutla Riau, Titik Api Kini Nihil

Pemprov Riau terus intensifkan OMC untuk membuat hujan buatan. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Pemerintah Provinsi Riau terus memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Sampai pertengahan April 2026, sebanyak 35 ton garam telah ditebar ke atmosfer untuk memicu hujan buatan di wilayah rawan kebakaran.

Kepala BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal menjelaskan, penyemaian garam dilakukan secara fleksibel mengikuti kemunculan awan potensial. Operasi ini tidak hanya berlangsung pada siang hari, tetapi juga malam jika kondisi memungkinkan.

“Begitu terdeteksi awan yang berpotensi, langsung kita lakukan OMC. Total garam yang sudah digunakan sekitar 35 ton,” ujar Edy kepada wartawan, Minggu (12/4/2026).

Pada tahap kedua, fokus OMC diarahkan ke kawasan pesisir timur Riau. Sejumlah daerah prioritas meliputi Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan dan Dumai. Wilayah tersebut dikenal memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla, terutama saat musim kering.

Langkah ini melanjutkan operasi serupa yang telah dimulai sejak awal Februari lalu. Hasilnya mulai terlihat. Saat ini, Riau dilaporkan dalam kondisi bebas titik api. Kebakaran terakhir yang sempat terjadi di Bengkalis berhasil dipadamkan sepenuhnya.

“Untuk saat ini, karhutla di Riau sudah nihil. Semua titik yang sebelumnya terbakar telah ditangani,” kata Edy.

Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan. Tim di lapangan terus melakukan patroli rutin, khususnya di area bekas kebakaran. Upaya ini penting untuk memastikan tidak ada bara tersisa yang dapat memicu kebakaran baru.

BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Partisipasi warga dinilai menjadi kunci dalam menjaga kondisi tetap aman.

“Kami harapkan masyarakat aktif melapor jika menemukan indikasi kebakaran. Pencegahan harus dilakukan bersama,” tegasnya.

Sementara itu, kondisi cuaca di Riau, termasuk Pekanbaru, dalam beberapa hari terakhir cenderung dinamis. Hujan masih kerap turun pada sore hingga malam hari, namun suhu siang tetap tinggi.

Kombinasi ini dinilai cukup membantu menekan potensi karhutla. Namun risiko tetap ada, terutama di lahan gambut yang mudah kering dan terbakar saat terpapar panas ekstrem.

Dengan kombinasi OMC dan pengawasan lapangan, pemerintah optimistis ancaman karhutla di Riau dapat terus dikendalikan. (trp/bsh)

Exit mobile version