SIAK, FOKUSRIAU.COM-Perkembangan pondok pesantren di Kabupaten Siak terus menunjukkan tren positif. Kondisi ini dinilai menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi pemimpin masa depan yang berkarakter dan berintegritas.
Hal tersebut disampaikan Bupati Siak, Afni Zulkifli kala menghadiri kegiatan halal bihalal bersama pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Siak di Pondok Pesantren Sabilul Hidayah KM 10, Kecamatan Tualang, Perawang Barat, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, Camat Tualang serta para pimpinan pondok pesantren.
Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Siak, Imam Ahmadi menilai, bertambahnya jumlah ponpes di daerah tersebut menjadi sinyal positif bagi pembangunan sumber daya manusia.
Ia berharap pertumbuhan tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan, tetapi juga membawa dampak keberkahan bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Kapolres AKBP Sepuh menegaskan, santri memiliki posisi strategis sebagai calon pemimpin di masa mendatang. Ia mengingatkan pentingnya peran keluarga dan lingkungan pendidikan dalam membentuk karakter generasi muda.
Menurutnya, pembinaan yang tepat dapat menjauhkan santri dari berbagai ancaman sosial seperti pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba.
“Santri adalah aset daerah. Mereka harus dibimbing agar tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan berakhlak,” ujarnya.
Di sisi lain, Bupati Afni mengakui, sektor pendidikan saat ini menghadapi sejumlah tantangan yang membutuhkan perhatian bersama. Ia mengajak semua pihak untuk menghormati proses hukum yang tengah berjalan terkait persoalan pendidikan di daerah tersebut.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga membuka ruang komunikasi terkait perizinan pendirian pondok pesantren. Bupati menegaskan komitmennya untuk mempermudah proses tersebut demi mendukung pertumbuhan lembaga pendidikan berbasis keagamaan.
“Jika ada kendala dalam perizinan, silakan sampaikan langsung. Kami siap membantu,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan kolaborasi antara orang tua, lingkungan, dan pemerintah.
Dengan sinergi tersebut, diharapkan para santri di Kabupaten Siak mampu tumbuh menjadi generasi unggul yang siap memimpin daerah di masa depan. (bsh)
