Bupati Afni Bidik Universitas NU Pertama di Riau, Siapkan Sekolah Rakyat di Mempura

Bupati Afni bersama eks Mendikbud M. Nuh. (Foto: Dok. Kominfo Siak)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Kabupaten Siak mulai memantapkan langkah besar di sektor pendidikan tinggi. Pemerintah Kabupaten Siak kini menjajaki pendirian Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) pertama di Provinsi Riau, sebuah gagasan yang dinilai bisa mengubah peta pendidikan dan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Langkah awal itu ditandai melalui pertemuan Bupati Siak, Afni Zulkifli dengan tokoh pendidikan nasional sekaligus mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Mohammad Nuh, Kamis (14/5/2026) di Surabaya.

Pertemuan tersebut bukan sekadar silaturahmi biasa. Di balik agenda itu, tersimpan misi besar membangun kampus berbasis Nahdlatul Ulama yang diharapkan menjadi pusat pendidikan baru di Riau, khususnya di wilayah pesisir timur Sumatera.

Afni mengatakan, pengembangan pendidikan menjadi salah satu fokus penting pemerintahannya. Karena itu, dia mulai membuka komunikasi dengan sejumlah perguruan tinggi NU yang telah berkembang di Indonesia.

Sebelumnya, Pemkab Siak telah menandatangani nota kesepahaman dengan Universitas Islam Malang sebagai bagian dari penguatan kerja sama pendidikan.

“Kami ingin membangun ekosistem pendidikan yang kuat di Siak. Bukan hanya sekolah dasar atau menengah, tetapi juga pendidikan tinggi yang mampu melahirkan SDM unggul dari daerah,” ujar Afni.

Dalam kunjungan itu, rombongan Pemkab Siak turut meninjau kampus dan fasilitas rumah sakit pendidikan milik Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya atau UNUSA yang berada di bawah naungan YARSIS.

Menurut Afni, UNUSA menjadi salah satu contoh perguruan tinggi swasta berbasis NU yang berhasil berkembang melalui penguatan pendidikan kesehatan dan teknologi digital.

Ia mengaku mendapat banyak masukan dari Mohammad Nuh, terkait tahapan pendirian perguruan tinggi, mulai dari kesiapan sumber daya manusia, tata kelola kampus hingga arah pengembangan akademik jangka panjang.

“Prof Mohammad Nuh memberi banyak inspirasi dan dukungan terhadap mimpi besar mendirikan Universitas NU di Siak. Harapannya tentu bukan hanya berdiri, tetapi mampu berkembang dan memberi dampak luas,” katanya.

Rencana pendirian UNU di Siak dinilai memiliki peluang besar, karena Riau hingga kini belum memiliki universitas NU yang benar-benar berkembang dalam skala besar. Padahal, basis masyarakat Nahdliyin di sejumlah daerah cukup kuat.

Selain itu, kebutuhan pendidikan tinggi berkualitas di wilayah pesisir juga terus meningkat. Banyak pelajar asal Siak dan kabupaten sekitar masih memilih kuliah ke luar daerah karena keterbatasan pilihan kampus.

Kondisi tersebut membuat kehadiran universitas baru dinilai strategis, terutama untuk menekan arus keluar mahasiswa dan meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal.

Tak hanya membahas perguruan tinggi, pertemuan itu juga menyinggung rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Siak.

Afni mengungkapkan, komunikasi dengan pemerintah pusat mulai terbuka setelah dirinya dipertemukan langsung dengan Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, melalui Mohammad Nuh.

Pemkab Siak bahkan telah menyiapkan lahan seluas delapan hektare di Kecamatan Mempura untuk pembangunan sekolah tersebut.

“InsyaAllah Sekolah Rakyat akan dibangun di Siak menggunakan APBN. Selain itu juga ada rencana Sekolah Nasional Terintegrasi,” ungkapnya.

Program Sekolah Rakyat sendiri belakangan menjadi perhatian pemerintah pusat sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Jika terealisasi, proyek itu diperkirakan akan menjadi salah satu investasi pendidikan terbesar di Siak dalam beberapa tahun terakhir.

Di sisi lain, Mohammad Nuh menyebut kedatangan Bupati Siak menjadi momentum penting dalam membicarakan masa depan pendidikan berbasis Nahdlatul Ulama di Riau.

Ia menilai semangat yang dibawa Pemkab Siak menunjukkan keseriusan membangun pendidikan sebagai fondasi pembangunan daerah.

“Kami bersyukur bisa menerima Ibu Bupati Siak yang juga Ketua Muslimat NU Siak. Ada semangat besar yang kami lihat untuk membangun pendidikan,” ujarnya.

Menurut Mohammad Nuh, mendirikan universitas bukan pekerjaan mudah. Namun, ia optimistis gagasan itu dapat diwujudkan jika disiapkan secara matang dan memiliki arah pengembangan yang jelas.

Ia menegaskan, tantangan terbesar bukan hanya pada tahap pendirian kampus, melainkan bagaimana memastikan perguruan tinggi tersebut mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.

“Yang penting bukan sekadar berdiri. Universitas itu harus memberi dampak nyata bagi masyarakat dan mampu meningkatkan kualitas SDM daerah,” katanya.

Sebagai bagian dari PBNU dan YARSIS, Mohammad Nuh memastikan pihaknya siap memberikan dukungan terhadap rencana tersebut, termasuk berbagi pengalaman pengembangan perguruan tinggi NU yang telah berjalan di berbagai daerah.

Ia bahkan membuka peluang agar Universitas NU di Siak nantinya berkembang menjadi salah satu kampus unggulan di Sumatera.

“Tidak ada yang tidak mungkin. Kalau dipersiapkan dengan serius, universitas ini bisa menjadi kebanggaan masyarakat Riau,” ujarnya.

Langkah yang sedang dibangun Pemkab Siak ini sekaligus menunjukkan bahwa persaingan daerah kini tidak lagi hanya soal infrastruktur fisik. Pendidikan mulai menjadi arena baru dalam membangun daya saing wilayah.

Jika rencana Universitas NU pertama di Riau benar-benar terwujud, Siak berpotensi menjadi salah satu pusat pertumbuhan pendidikan baru di Sumatera. (bsh)

Exit mobile version