4.681 Jemaah Haji Riau Sudah Kembali, 6 Orang Masih Tertahan di Arab Saudi

4.681 jemaah haji Riau kini sudah kembali ke Tanah Air, 6 orang lainnya masih tertahan di Arab Saudi. (Foto: Dok. Humas Kementerian Agama)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Proses pemulangan jemaah haji asal Riau hampir rampung. Sebanyak 4.681 orang telah kembali ke Tanah Air, setelah menunaikan ibadah haji di Arab Saudi. Namun, masih terdapat enam jemaah yang belum dapat dipulangkan dengan alasan kesehatan dan penyesuaian jadwal kepulangan.

Data Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Riau menunjukkan, mayoritas jemaah telah tiba dengan selamat di Indonesia. Kondisi ini menandai berakhirnya fase utama pemulangan jemaah haji Riau musim haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.

Meski tingkat kepulangan mencapai hampir 100 persen, keberadaan enam jemaah yang masih berada di Arab Saudi menjadi perhatian, karena berkaitan dengan aspek kesehatan, pendampingan, serta mekanisme pemulangan lanjutan yang harus diselesaikan sebelum mereka kembali ke daerah asal.

Kepala Kantor Kemenhaj Riau, Defizon mengatakan, kloter terakhir asal Riau yang tergabung dalam Kloter BTH 18 telah tiba dengan selamat di Debarkasi Haji Batam, Sabtu (20/6/2026).

Kloter tersebut membawa sebanyak 265 orang yang terdiri dari 261 jemaah haji, satu Petugas Haji Daerah (PHD), dan tiga petugas kloter.

Setelah menyelesaikan seluruh proses debarkasi di Batam, para jemaah dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju daerah asal masing-masing pada Ahad (21/6/2026).

“Hingga 20 Juni 2026, jumlah jemaah haji Riau yang sudah kembali ke Tanah Air sebanyak 4.681 orang. Terdiri dari 4.612 jemaah haji, 21 Petugas Haji Daerah, lima pembimbing KBIHU, dan 43 petugas kloter,” kata Defizon.

Enam Jemaah Masih Berada di Arab Saudi
Di tengah hampir selesainya proses pemulangan, Kemenhaj Riau masih mencatat enam jemaah yang belum kembali ke Indonesia.

Baca Juga:  Siak Hidupkan Warisan Budaya Melayu, 13 Sanggar dan Generasi Muda Unjuk Kreativitas

Dari jumlah tersebut, satu orang jemaah yang tergabung dalam Kloter BTH 18 masih menjalani perawatan medis di Madinah. Sementara satu jemaah lainnya tetap berada di Arab Saudi untuk mendampingi pasien tersebut.

Kondisi ini menunjukkan bahwa aspek kesehatan masih menjadi faktor penting dalam penyelenggaraan ibadah haji, terutama bagi jemaah lanjut usia maupun mereka yang mengalami gangguan kesehatan setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Selain dua jemaah tersebut, masing-masing satu orang jemaah masih tercatat berada di Kloter BTH 20 dan Kloter BTH 25. Sementara dua jemaah lainnya masih berada di Kloter BTH 21.

Keenam jemaah tersebut akan dipulangkan ke Indonesia sesuai jadwal dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh otoritas penyelenggara haji.

Jika dibandingkan dengan total jumlah jemaah dan petugas yang diberangkatkan dari Provinsi Riau pada musim haji tahun ini, angka kepulangan yang telah mencapai 4.681 orang menunjukkan tingkat keberhasilan pemulangan yang sangat tinggi.

Selesainya kepulangan Kloter BTH 18 juga menjadi penanda bahwa seluruh kelompok terbang reguler asal Riau telah meninggalkan Arab Saudi dan memasuki fase akhir operasional haji.

Bagi pemerintah, kelancaran pemulangan merupakan salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji. Tidak hanya terkait transportasi, tetapi juga menyangkut pelayanan kesehatan, koordinasi antarinstansi, pengelolaan dokumen perjalanan, serta penanganan jemaah yang membutuhkan perawatan khusus.

Kelancaran proses ini juga berdampak langsung terhadap ribuan keluarga jemaah di Riau yang menantikan kepulangan anggota keluarganya setelah menjalani ibadah selama lebih dari satu bulan.

Baca Juga:  DPRD Makin Lemah, Kepala Daerah Kian Dominan

Kasus jemaah yang masih dirawat di Madinah kembali mengingatkan pentingnya kesiapan kesehatan selama penyelenggaraan ibadah haji.

Perjalanan panjang, cuaca ekstrem, kepadatan aktivitas ibadah, serta usia jemaah yang sebagian besar lanjut usia menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Karena itu, keberadaan petugas kesehatan dan sistem pendampingan menjadi bagian krusial dalam memastikan keselamatan jemaah hingga kembali ke daerah asal.

Pemerintah juga terus memantau kondisi jemaah yang masih berada di Arab Saudi agar proses pemulangan dapat dilakukan setelah kondisi kesehatan memungkinkan.

Kemenhaj Riau Harapkan Seluruh Jemaah Segera Pulang
Defizon berharap enam jemaah yang masih berada di Arab Saudi dapat segera kembali ke Indonesia dalam kondisi sehat.

Ia juga menyampaikan rasa syukur karena secara umum penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 bagi jemaah asal Provinsi Riau berjalan lancar, mulai dari keberangkatan, pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, hingga proses pemulangan ke Tanah Air.

Dengan tibanya Kloter BTH 18 di Debarkasi Batam, operasional pemulangan jemaah haji Riau kini memasuki tahap akhir. Fokus pemerintah saat ini adalah memastikan enam jemaah yang masih berada di Arab Saudi mendapatkan pelayanan optimal dan dapat kembali berkumpul dengan keluarga mereka di Riau secepatnya. (mcr)