Karhutla Mengancam: Hotspot di Riau Naik Jadi 44 Titik, Indragiri Hilir Tertinggi

Ilustrasi Karhutla di wilayah Riau beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Jumlah titik panas (hotspot) di Riau kembali meningkat tajam. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Selasa malam terpantau 44 titik panas. Peningkatan itu menjadi sinyal bahwa potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus terus diantisipasi.

Data BMKG menunjukkan, Riau menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbesar keempat di Sumatera setelah Sumatera Selatan, Bangka Belitung dan Lampung.

Forecaster On Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Elisa JS Kedang menyampaikan, sampai pukul 23.00 WIB malam tadi terpantau 426 titik panas di seluruh Sumatera.

Dari jumlah tersebut, Sumatera Selatan mencatat 169 titik, Bangka Belitung 94 titik, Lampung 46 titik, Riau 44 titik, Jambi 42 titik, Sumatera Utara 12 titik, Sumatera Barat sembilan titik, Kepulauan Riau enam titik, Bengkulu empat titik dan Aceh dua titik.

BACA JUGA :  Ancaman Karhutla Belum Mereda Meski Ada Potensi Hujan, Riau Masih Miliki 39 Hotspot

Di Riau sendiri, sebaran hotspot paling banyak berada di Kabupaten Indragiri Hilir dengan 11 titik. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak sembilan titik, Kota Dumai delapan titik, Kabupaten Pelalawan tujuh titik, Kabupaten Kuantan Singingi empat titik, Kabupaten Siak dan Kabupaten Rokan Hilir masing-masing dua titik, serta Kabupaten Kampar satu titik.

Meningkatnya jumlah hotspot tidak serta-merta menunjukkan telah terjadi kebakaran hutan dan lahan. Titik panas merupakan indikator awal yang dideteksi melalui satelit dan memerlukan verifikasi lebih lanjut di lapangan untuk memastikan adanya aktivitas kebakaran.

Namun demikian, kenaikan jumlah hotspot menjadi salah satu parameter penting dalam upaya mitigasi karhutla, terutama saat sebagian wilayah memasuki periode cuaca relatif kering.

BACA JUGA :  Ancaman Karhutla Belum Mereda Meski Ada Potensi Hujan, Riau Masih Miliki 39 Hotspot

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Langkah pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan penanganan ketika kebakaran sudah meluas.

Di sisi lain, prakiraan cuaca menunjukkan peluang hujan ringan masih terdapat di sejumlah wilayah Riau pada siang hingga malam hari. Meski demikian, hujan yang bersifat lokal belum tentu mampu menurunkan risiko karhutla secara menyeluruh, khususnya di kawasan yang memiliki lahan gambut.

Riau merupakan salah satu daerah yang setiap tahun meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan, terutama saat jumlah hotspot mulai mengalami kenaikan. Pemantauan satelit, patroli darat, hingga edukasi kepada masyarakat menjadi bagian dari upaya pencegahan yang rutin dilakukan.

BACA JUGA :  Ancaman Karhutla Belum Mereda Meski Ada Potensi Hujan, Riau Masih Miliki 39 Hotspot

BMKG mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.

Upaya pencegahan sejak dini dinilai menjadi kunci untuk menekan meluasnya karhutla yang dapat berdampak terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi di Riau. (bsh)