2.559 Hotspot Kepung Sumatera Selatan, Kabut Asap Masih Mengancam Riau

BMKG Pekanbaru, Selasa (26/9/2026) pagi kembali mendeteksi kemunculan empat titik panas di Riau. (Foto: Dok. BMKG Pekanbaru)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus membayangi sejumlah Sumatera. Data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Selasa (13/10/2026) mencatat 3.663 titik panas atau hotspot di sejumlah daerah.

Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan temuan terbanyak, yakni 2.559 titik. Sementara di Riau, BMKG mendeteksi empat titik panas yang tersebar di tiga kabupaten.

Meski jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan provinsi lain, Riau belum sepenuhnya terbebas dari ancaman kabut asap. Dalam prakiraan cuaca hari ini, BMKG menyebut, kekaburan udara akibat asap masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Riau sepanjang hari.

Kondisi tersebut membuat masyarakat tetap perlu berhati-hati, terutama saat melakukan aktivitas di luar ruangan.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita Dewi Siregar menyampaikan, berdasarkan pembaruan data pemantauan, empat titik panas di Riau terdeteksi di tiga kabupaten.

Kabupaten Indragiri Hilir mencatat dua titik panas. Adapun Kabupaten Siak dan Pelalawan masing-masing terpantau memiliki satu titik.

Temuan ini menjadi bagian dari ribuan hotspot yang terpantau di berbagai wilayah Sumatera. Jumlah titik panas dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi di lapangan dan hasil pemantauan terbaru.

Di luar Riau, Lampung mencatat 471 titik panas, Jambi 326 titik, Bangka Belitung 287 titik, Bengkulu 15 titik, serta Sumatera Barat satu titik. Sumatera Selatan masih mendominasi dengan ribuan titik yang terdeteksi.

Kabut Asap Masih Menyelimuti Riau
Jumlah hotspot tidak selalu menggambarkan secara langsung tingkat pencemaran udara yang dirasakan masyarakat.

Namun, keberadaan titik panas di tengah potensi kekaburan udara akibat asap tetap menjadi perhatian, terutama ketika kebakaran menghasilkan asap yang menyebar ke kawasan permukiman.

BMKG mengingatkan masyarakat agar mewaspadai dampak paparan asap terhadap kesehatan, khususnya gangguan pada sistem pernapasan.

Warga disarankan menggunakan masker saat berada di luar rumah. Aktivitas di luar ruangan juga sebaiknya dibatasi apabila asap semakin tebal atau kondisi udara dirasakan memburuk.

Masyarakat perlu mengikuti informasi cuaca dan kualitas udara terbaru dari instansi berwenang. Langkah antisipasi ini dibutuhkan agar aktivitas sehari-hari tetap berlangsung dengan mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan.

Di tengah pemantauan ribuan titik panas di Sumatera, perkembangan kondisi di Riau masih perlu dicermati. Empat hotspot yang terdeteksi menjadi bagian dari gambaran situasi karhutla, sementara potensi kabut asap menunjukkan bahwa kewaspadaan warga belum bisa diturunkan. (zul)