Marapi Kembali Meletus, Total 47 Kali Erupsi Sepanjang 2026, Letusan Terbesar Lontarkan Abu 2 Kilometer

Erupsi Gunung Marapi kembali terjadi. (Foto: PGA Marapi)

BUKITTINGGI, FOKUSRIAU.COM-Aktivitas Gunung Marapi kembali menjadi perhatian masyarakat Sumatera Barat. Gunung api aktif yang berada di perbatasan Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar itu tercatat telah mengalami enam kali erupsi sepanjang Mei 2026. Dengan tambahan tersebut, jumlah letusan Marapi sejak awal tahun kini mencapai 47 kali.

Meski statusnya masih berada pada Level II atau Waspada, aktivitas vulkanik yang terus berlangsung menunjukkan bahwa gunung setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut itu belum sepenuhnya tenang. Hembusan asap masih terlihat dari kawah aktif, sementara sejumlah letusan terus terekam oleh peralatan pemantauan vulkanologi.

Data Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi menunjukkan, letusan terbesar selama Mei terjadi Sabtu (30/5/2026) pagi. Erupsi berlangsung pukul 08.42 WIB dan memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 2.000 meter dari puncak gunung.

Ketua PGA Bukittinggi, Ahmad Rifandi mengatakan, kolom abu berwarna kelabu pekat terlihat bergerak ke arah timur laut atau kawasan Tanah Datar. Letusan tersebut juga menjadi yang paling dominan selama bulan ini berdasarkan rekaman seismik.

“Erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum 30 milimeter dan durasi sekitar satu menit 25 detik. Secara visual menjadi letusan terbesar yang terjadi selama Mei,” ujar Ahmad Rifandi, Minggu (31/5/2026).

Peningkatan aktivitas Marapi dalam beberapa pekan terakhir memperlihatkan pola yang menarik. Tidak semua erupsi dapat disaksikan secara langsung oleh masyarakat. Beberapa letusan hanya terdeteksi melalui instrumen seismograf tanpa memunculkan kolom abu yang terlihat dari permukaan.

Berdasarkan data Magma ESDM, aktivitas erupsi pada Mei diawali pada 5 Mei 2026. Saat itu, getaran letusan tercatat dengan amplitudo 23,2 milimeter dan berlangsung selama 33 detik. Namun secara visual, tidak terlihat adanya lontaran material maupun kolom abu.

Keesokan harinya, Marapi kembali meletus pada dini hari. Rekaman seismik menunjukkan amplitudo mencapai 19,9 milimeter dengan durasi 79 detik. Letusan tersebut juga tidak terpantau secara visual.

Fenomena serupa kembali terjadi pada pertengahan bulan. Aktivitas vulkanik tercatat pada 12 dan 13 Mei dengan amplitudo masing-masing 15,4 milimeter dan 25 milimeter. Meski tidak terlihat oleh masyarakat, energi yang dilepaskan tetap menunjukkan adanya pergerakan magma di bawah permukaan.

Visual erupsi baru kembali terlihat pada 16 Mei. Saat itu, Gunung Marapi menyemburkan kolom abu setinggi sekitar 500 meter dari puncak. Abu vulkanik berwarna kelabu tampak bergerak ke arah tenggara sebelum akhirnya menghilang bersama perubahan arah angin.

Bagi masyarakat Sumatera Barat, Gunung Marapi bukan sekadar gunung api aktif. Keberadaannya menjadi bagian penting dari lanskap alam dan kehidupan sosial masyarakat Minangkabau. Dari Kota Bukittinggi hingga Padang Panjang, siluet Marapi menjadi pemandangan sehari-hari yang akrab bagi warga.

Saat cuaca cerah, bahkan aktivitas embusan asap dari kawah dapat terlihat jelas dari sejumlah titik keramaian di Bukittinggi, termasuk kawasan Pasar Atas. Karena itu, setiap peningkatan aktivitas gunung selalu menjadi perhatian publik.

Meski demikian, hingga saat ini para ahli vulkanologi belum menaikkan status Gunung Marapi. Masyarakat dan wisatawan tetap diminta mengikuti seluruh rekomendasi resmi yang telah ditetapkan pemerintah.

Ahmad Rifandi mengingatkan warga agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius bahaya yang telah ditentukan. Kepatuhan terhadap rekomendasi tersebut menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko apabila terjadi erupsi sewaktu-waktu.

Dengan frekuensi letusan yang masih cukup tinggi sepanjang tahun ini, pemantauan Gunung Marapi terus dilakukan selama 24 jam. Masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengikuti perkembangan melalui kanal resmi kebencanaan serta vulkanologi. (kps)

Exit mobile version