Gadis 16 Tahun Asal Pariaman Hilang Sejak Maret 2026, Jejak Digital Mengarah ke Pekanbaru, “Kami Hanya Ingin Dia Pulang”

Salah satu postingan Jihan saat akun medsosnya masih aktif. (Foto: Dok. Rido)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Kecemasan tengah menyelimuti keluarga Jihan Cahaya. Remaja perempuan berusia 16 tahun asal Pariaman Tengah, Kabupaten Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) itu, sejak 24 Maret 2026 lalu meninggalkan rumah.

Sampai hari ini, Jihan belum kembali dan keberadaannya masih misterius. Di tengah upaya pencarian yang terus dilakukan keluarga, sejumlah petunjuk justru mengarah ke Kota Pekanbaru.

Dugaan itu muncul setelah pihak keluarga menelusuri aktivitas di media sosial Jihan. Namun, harapan bisa segera menemukan titik terang belum sepenuhnya terjawab. Kontak Jihan kini sudah tidak lagi aktif dan pihak keluarga mengaku kesulitan melacak keberadaannya.

Kakak korban, Ridho Sumarta mengatakan, keluarganya telah melakukan berbagai cara agar Jihan segera ditemukan. Mulai dari mencari informasi melalui teman-teman korban, memantau media sosial bahkan menelusuri email yang terhubung dengan akun TikTok milik adiknya.

Dari hasil penelusuran itu, keluarga mendapati informasi kalau Jihan sempat berada di Pekanbaru bersama seorang pria yang belum diketahui identitasnya sampai sekarang.

“Sudah kami coba hubungi dan cari keberadaannya, tetapi sampai sekarang belum ada respons. Semua keluarga juga terus berusaha mencari,” kata Ridho kepada wartawan, Jumat (15/5/2026) di Pekanbaru.

Saat ini, pihak keluarga sangat khawatir dengan kondisi Jihan. Terlebih, usia Jihan masih tergolong di bawah umur. Keluarga takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap remaja tersebut.

Menurut Ridho, ibunya sudah melaporkan kasus kehilangan tersebut ke Mapolsek Pariaman, bahkan sudah beberapa kali mendatangi kantor polisi untuk mengetahui perkembangan pencarian, namun belum sesuai harapan.

“Orang tua kami sudah empat kali datang ke kantor polisi untuk menanyakan perkembangan kasus hilangnya Jihan. Kami hanya ingin Jihan cepat ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya.

Kasus remaja hilang belakangan memang menjadi perhatian publik. Fenomena ini tidak jarang berkaitan dengan pergaulan digital, relasi di media sosial hingga perkenalan dengan orang yang baru dikenal melalui internet.

Karena itu, keluarga juga berharap masyarakat membantu menyebarkan informasi dan segera melapor bila melihat atau mengetahui keberadaan Jihan.

Selain mengandalkan laporan kepolisian, keluarga kini juga memanfaatkan media sosial untuk memperluas pencarian. Foto dan identitas korban terus dibagikan dengan harapan ada warga yang mengenali atau pernah melihat keberadaannya.

Ridho menyebut, keluarganya tidak ingin berspekulasi terlalu jauh terkait penyebab adiknya pergi dari rumah. Saat ini, fokus utama keluarga adalah memastikan Jihan dapat ditemukan secepat mungkin.

“Kami berharap siapa pun yang mengetahui keberadaan adik kami bisa segera memberi informasi. Keluarga sangat cemas,” katanya.

Adapun ciri-ciri Jihan Cahaya, masih berusia 16 tahun, tinggi badan sekitar 168 sentimeter, berat badan kurang lebih 50 kilogram dan memiliki kulit kuning langsat. Jihan diketahui merupakan warga Pariaman Tengah, Kota Pariaman.

Keluarga membuka akses komunikasi seluas-luasnya bagi masyarakat yang memiliki informasi terkait korban. Mereka berharap kepedulian publik dapat membantu mempercepat proses pencarian.

Masyarakat yang mengetahui informasi mengenai keberadaan Jihan Cahaya dapat menghubungi pihak keluarga melalui nomor Ridho Sumarta di 0853-7707-1508 atau melapor ke kantor kepolisian terdekat.

Kasus ini menjadi pengingat kepada semua orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas digital anak-anak mereka. Perkembangan media sosial yang sangat cepat sering kali membuka ruang interaksi baru yang belum tentu aman bagi remaja.

Terpenting, komunikasi terbuka dalam keluarga sangat dibutuhkan. Pendampingan terhadap aktivitas daring remaja juga dinilai menjadi langkah penting, untuk mencegah risiko kehilangan maupun eksploitasi anak. (bsh)

Editor: Boy Surya Hamta
Exit mobile version