Alarm Karhutla di Riau! Hotspot Melonjak Jadi 35 Titik, Rokan Hilir Paling Rawan

Sejumlah petugas melakukan pemadaman di lokasi karhutla. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius di Riau. Di tengah potensi hujan yang masih terjadi di sejumlah daerah, jumlah titik panas atau hotspot justru mengalami lonjakan signifikan dan tersebar di berbagai wilayah.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru sampai pukul 23.00 WIB mencatat, terdapat 35 hotspot di Riau. Angka tersebut menempatkan Riau sebagai salah satu daerah yang harus meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran lahan, terutama memasuki periode cuaca yang mulai lebih kering di beberapa kawasan.

Kabupaten Rokan Hilir menjadi wilayah dengan konsentrasi hotspot tertinggi. Dari total 35 titik panas yang terdeteksi, sebanyak 24 titik berada di daerah tersebut. Sementara sisanya tersebar di Kabupaten Rokan Hulu, Pelalawan, Bengkalis, Indragiri Hulu, Siak dan Kota Dumai.

Meningkatnya jumlah hotspot ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah, aparat penanggulangan bencana serta masyarakat. Sebab pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa titik panas yang tidak segera ditangani dapat berkembang menjadi kebakaran lahan yang lebih luas.

Di sisi lain, BMKG Pekanbaru memprakirakan hujan masih berpeluang turun di sejumlah wilayah Riau sepanjang Senin (1/6/2026). Kondisi ini sedikit memberikan harapan untuk membantu menjaga kelembapan lahan dan mengurangi risiko munculnya api di kawasan rawan.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yudhistira M menjelaskan, berdasarkan pengamatan radar cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang telah terjadi sejak pagi di beberapa daerah.

Wilayah yang terpantau diguyur hujan antara lain sebagian Kabupaten Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan, Kepulauan Meranti serta sebagian Kota Pekanbaru.

Memasuki siang hari, cuaca di sebagian besar wilayah Riau diperkirakan berada dalam kondisi cerah berawan hingga berawan. Namun situasi dapat berubah pada sore hingga malam hari ketika hujan kembali berpotensi turun di sejumlah daerah.

BMKG memprediksi hujan ringan hingga sedang berpeluang terjadi di Kabupaten Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi dan Kepulauan Meranti.

Sementara itu pada dini hari, hujan masih berpotensi mengguyur sebagian wilayah Rokan Hilir, Bengkalis, Pelalawan, Kepulauan Meranti serta Kota Dumai.

Meski demikian, masyarakat diminta tidak lengah. BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Cuaca ekstrem tersebut berpotensi terjadi di sebagian wilayah Indragiri Hilir, Pelalawan, Kepulauan Meranti, Rokan Hilir dan Kota Dumai pada pagi maupun malam hingga dini hari.

Secara umum suhu udara di Riau diprakirakan berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 55 sampai 99 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan antara 10 hingga 30 kilometer per jam.

Untuk aktivitas pelayaran dan nelayan, BMKG memastikan kondisi perairan Riau relatif aman. Tinggi gelombang laut diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau masuk kategori rendah.

Selain memantau kondisi cuaca, BMKG juga mencatat jumlah hotspot di Pulau Sumatera mencapai 647 titik. Sebaran tertinggi berada di Aceh sebanyak 174 titik dan Sumatera Selatan 166 titik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman karhutla tidak hanya terjadi di Riau, tetapi juga menjadi perhatian di berbagai provinsi lain.

Karena itu, upaya pencegahan menjadi langkah paling penting saat ini. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.

Lonjakan hotspot di Riau menjadi pengingat bahwa ancaman karhutla masih nyata. Hujan yang turun di sejumlah wilayah memang dapat membantu menekan risiko kebakaran, namun kewaspadaan tetap menjadi kunci agar bencana asap yang pernah melanda Riau tidak kembali terulang. (mcr)

Exit mobile version