PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Pemerintah Provinsi Riau mulai melakukan pembenahan di tubuh PT Jamkrida Riau, setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) memutuskan pergantian jajaran komisaris dan direksi perusahaan daerah tersebut, Rabu (6/5/2026).
Langkah ini dinilai menjadi sinyal kuat keseriusan Pemprov Riau dalam memperbaiki tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar lebih profesional, kompetitif dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setdaprov Riau, Sri Irianto mengatakan, pasca keputusan RUPS, pemerintah akan segera menuntaskan seluruh proses administrasi hukum sebelum membentuk panitia seleksi untuk menjaring calon pimpinan baru PT Jamkrida Riau.
Menurutnya, penyelesaian akta notaris hasil RUPS ditargetkan rampung dalam tujuh hari ke depan sehingga tahapan seleksi dapat langsung dimulai.
“Setelah akta notaris selesai, kita akan segera membentuk panitia seleksi untuk menjaring calon direksi dan komisaris PT Jamkrida Riau,” kata Sri Irianto, Rabu (6/5/2026) di Pekanbaru.
Ditegaskan, proses seleksi nantinya dilakukan secara terbuka dan memberi kesempatan luas kepada putra-putri terbaik Riau untuk ikut bersaing menduduki posisi strategis di perusahaan penjaminan kredit daerah tersebut.
Pemerintah ingin memastikan figur yang terpilih benar-benar memiliki kapasitas kepemimpinan, pengalaman profesional serta integritas yang kuat dalam mengelola perusahaan daerah.
“Siapa saja talenta terbaik Riau bisa ikut seleksi, sepanjang memenuhi persyaratan dan kriteria yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Pergantian jajaran direksi dan komisaris PT Jamkrida Riau tidak hanya dipandang sebagai rotasi biasa. Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat peran BUMD dalam menopang pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di sektor pembiayaan dan penjaminan usaha.
PT Jamkrida Riau selama ini memiliki peran strategis dalam membantu akses pembiayaan pelaku usaha, terutama usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), melalui skema penjaminan kredit. Karena itu, perusahaan dituntut memiliki tata kelola yang sehat dan mampu beradaptasi dengan tantangan ekonomi yang semakin kompetitif.
Pemprov Riau berharap kepemimpinan baru nantinya dapat membawa perubahan signifikan, baik dari sisi kinerja bisnis maupun kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Sri Irianto menyebut harapan tersebut juga menjadi perhatian langsung Pelaksana Tugas Gubernur Riau yang menginginkan PT Jamkrida Riau tampil lebih progresif dan berdaya saing.
“Harapannya, jajaran direksi dan komisaris yang terpilih nanti mampu membawa PT Jamkrida Riau menjadi lebih maju, profesional, dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan asli daerah,” jelasnya.
Selain memperkuat sisi bisnis, pembenahan juga diarahkan pada peningkatan tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel. Hal itu dinilai penting agar keberadaan BUMD benar-benar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Rencana seleksi terbuka ini diperkirakan akan menarik perhatian banyak kalangan profesional di Riau. Apalagi, pemerintah memberi sinyal kuat bahwa proses penjaringan akan mengedepankan kompetensi dan merit system dibanding pendekatan nonprofesional.
Pengamat ekonomi daerah menilai langkah restrukturisasi di tubuh PT Jamkrida Riau menjadi momentum penting untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan BUMD.
Perusahaan daerah, menurutnya, tidak cukup hanya berorientasi administratif, tetapi juga harus mampu menciptakan nilai ekonomi yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Dengan dimulainya proses pembentukan panitia seleksi dalam waktu dekat, publik kini menanti siapa figur yang nantinya dipercaya memimpin PT Jamkrida Riau untuk menghadapi tantangan baru di sektor penjaminan keuangan daerah.
Jika proses seleksi berjalan transparan dan profesional, pergantian pimpinan ini diyakini bisa menjadi titik awal transformasi PT Jamkrida Riau menjadi BUMD yang lebih sehat, kompetitif dan produktif bagi perekonomian Riau. (ckl/zul)




