PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Banyak orang mengira sudah menjaga kesehatan ginjal dengan cukup minum air putih dan mengurangi garam. Namun tanpa disadari, sejumlah kebiasaan yang dianggap sehat justru bisa menjadi ancaman serius bagi fungsi ginjal jika dilakukan berlebihan atau tanpa kontrol.
Salah satu kebiasaan yang kerap luput dari perhatian adalah konsumsi protein berlebihan. Protein memang penting untuk tubuh, tetapi asupan yang terlalu tinggi justru membebani ginjal. Organ ini harus bekerja ekstra menyaring protein dari darah.
Akibatnya, fungsi ginjal bisa menurun dalam jangka panjang. Para ahli menyarankan konsumsi protein tetap sesuai kebutuhan, yakni sekitar 0,8–1 gram per kilogram berat badan, serta lebih mengutamakan sumber nabati.
Selain itu, konsumsi suplemen tanpa pengawasan medis juga berisiko. Beberapa suplemen seperti vitamin C, kalsium, hingga kunyit dalam dosis tinggi dapat memicu pembentukan batu ginjal.
Bahkan, vitamin D bisa berbahaya bagi penderita penyakit ginjal kronis karena berpotensi meningkatkan kadar zat beracun dalam tubuh. Karena itu, konsultasi dengan tenaga medis sangat penting sebelum mengonsumsi suplemen tertentu.
Kebiasaan lain yang juga berbahaya adalah minum teh detoksifikasi. Produk ini sering diklaim mampu membuang racun dan menurunkan berat badan secara instan. Faktanya, banyak teh detoks mengandung zat diuretik yang memicu produksi urine berlebihan.
Kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit, yang pada akhirnya mengganggu kinerja ginjal.
Tak kalah mengejutkan, terlalu banyak minum air dalam waktu singkat juga bisa membahayakan. Ginjal memiliki batas kemampuan menyaring cairan, yakni sekitar 0,8 hingga 1 liter per jam. Jika asupan air melebihi kemampuan tersebut, kadar natrium dalam darah bisa menurun drastis.
Kondisi ini dapat memicu pembengkakan sel, bahkan berdampak serius pada organ vital seperti otak.
Menjaga kesehatan ginjal tidak cukup hanya dengan mengikuti tren kesehatan. Pola hidup seimbang, konsumsi makanan alami, serta kesadaran akan batas kebutuhan tubuh menjadi kunci utama.
Menghindari kebiasaan berlebihan justru menjadi langkah paling sederhana untuk melindungi ginjal tetap optimal. (kps/bsh)




