PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Jumlah titik panas (hotspot) di Sumatera terus meningkat. Berdasarkan pemantauan terbaru, Minggu (19/4/2026), total terdeteksi 64 hotspot. Sementara Riau menyumbang 13 titik yang tersebar di sejumlah wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Forecaster On Duty BMKG Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Yudhistira M mengungkap, sebaran hotspot di Riau masih didominasi daerah pesisir dan kawasan gambut. Kabupaten Siak menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 5 titik. Disusul Kabupaten Pelalawan dengan 4 titik.
“Selain itu, Indragiri Hilir terpantau 2 titik, sementara Kampar dan Dumai masing-masing 1 titik,” jelasnya.
Secara keseluruhan di Sumatera, Sumatera Selatan menempati posisi tertinggi dengan 20 titik hotspot. Kondisi ini menunjukkan potensi karhutla masih cukup tinggi di wilayah tersebut. Di urutan berikutnya terdapat Aceh dengan 9 titik dan Jambi sebanyak 7 titik.
Sementara itu, Sumatera Barat mencatatkan 5 titik hotspot. Provinsi lain seperti Kepulauan Riau dan Sumatera Utara masing-masing memiliki 3 titik, sedangkan Bangka Belitung terdeteksi 2 titik.
Data ini memperlihatkan bahwa sebaran hotspot di Sumatera masih belum merata dan cenderung terkonsentrasi di beberapa wilayah tertentu. Riau sendiri tetap menjadi salah satu daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama memasuki musim kering yang berpotensi memicu kebakaran.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Langkah tersebut dinilai sebagai salah satu pemicu utama munculnya hotspot yang berujung pada kebakaran hutan dan lahan.
Selain itu, pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memperkuat patroli dan pengawasan di wilayah rawan. Upaya pencegahan dini menjadi kunci agar jumlah hotspot tidak terus bertambah dan berdampak luas terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat.
Dengan kondisi saat ini, sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat sangat dibutuhkan untuk menekan risiko karhutla di wilayah Sumatera, khususnya di Riau yang masih menjadi perhatian utama. (trp/bsh)




