PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Bupati Siak, Afni Zulkifli mendorong Forum Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Riau menjadi saluran strategis, untuk memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat nasional. Terutama terkait dengan penguatan kapasitas fiskal daerah penghasil sumber daya alam, akses pendanaan APBN dan percepatan investasi.
Harapan tersebut disampaikan Afni saat peluncuran Forum DPR RI Dapil Riau di Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Selasa (9/6/2026). Forum yang beranggotakan 13 anggota DPR RI asal Riau itu diharapkan mampu memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat dalam memperjuangkan berbagai program pembangunan.
Bagi daerah seperti Riau yang selama puluhan tahun menjadi salah satu penopang penerimaan negara melalui sektor minyak dan gas bumi, isu keadilan fiskal menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah menilai kontribusi besar terhadap pendapatan negara perlu diimbangi dengan dukungan pembangunan yang lebih proporsional agar manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat secara langsung.
Afni menegaskan, kebutuhan daerah saat ini bukan hanya tambahan program kementerian, tetapi juga kepastian kebijakan fiskal yang transparan dan berkeadilan.
Menurutnya, daerah penghasil sumber daya alam selama ini telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan nasional. Namun di sisi lain, banyak kebutuhan pembangunan daerah yang masih memerlukan dukungan lebih besar dari pemerintah pusat.
“Kami tidak hanya membutuhkan program-program dari kementerian, tetapi juga membutuhkan transparansi, kepastian, dan keadilan fiskal bagi daerah penghasil yang selama ini menjadi salah satu penopang penerimaan negara,” kata Afni.
Pernyataan tersebut mencerminkan salah satu persoalan yang selama ini kerap menjadi perhatian pemerintah daerah di Riau, yakni kesenjangan antara kontribusi ekonomi daerah terhadap negara dengan kapasitas fiskal yang dimiliki pemerintah daerah untuk membiayai pembangunan.
Keberadaan Forum DPR RI Dapil Riau dinilai dapat menjadi instrumen politik yang lebih efektif untuk memperjuangkan berbagai kebutuhan daerah melalui pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kebijakan transfer daerah, hingga program strategis kementerian dan lembaga.
Selain memperjuangkan penguatan fiskal, Afni juga berharap forum tersebut dapat membuka peluang lebih besar bagi masuknya investasi ke Riau. Menurutnya, investasi menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan wakil rakyat di Senayan akan memberikan posisi tawar yang lebih kuat dalam memperjuangkan proyek-proyek prioritas yang selama ini membutuhkan dukungan pemerintah pusat.
Afni juga mengajak seluruh anggota DPR RI asal Riau untuk mengawal berbagai kebutuhan pembangunan daerah agar dapat masuk dalam agenda pembangunan nasional.
Menurut dia, pembangunan nasional dan pembangunan daerah tidak dapat dipisahkan. Keduanya harus berjalan beriringan agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata.
“Forum ini menjadi ruang yang sangat baik untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi. Kami berharap berbagai aspirasi daerah dapat diperjuangkan bersama demi kemajuan Riau dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan anggota DPR RI berpotensi memberikan dampak langsung terhadap percepatan pembangunan di berbagai sektor strategis.
Jika aspirasi daerah berhasil diperjuangkan dalam APBN, sejumlah proyek infrastruktur dapat memperoleh dukungan pendanaan yang lebih besar. Hal ini mencakup pembangunan jalan, jembatan, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga infrastruktur pendukung investasi.
Bagi masyarakat, peningkatan kapasitas fiskal daerah juga dapat memperluas ruang pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pemerintah kabupaten dan kota akan memiliki kemampuan lebih besar untuk membiayai program pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Di sektor ekonomi, peningkatan investasi dapat membuka lapangan pekerjaan baru dan memperkuat pertumbuhan ekonomi lokal. Masuknya investasi ke sektor industri, energi, perkebunan, dan hilirisasi sumber daya alam berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing daerah.
Dari sisi pemerintahan, komunikasi yang lebih intens antara daerah dan DPR RI dapat mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang selama ini membutuhkan dukungan regulasi maupun anggaran dari pemerintah pusat.
Bagi Kabupaten Siak dan daerah lain di Riau, keberhasilan forum ini akan menjadi peluang untuk memperjuangkan berbagai proyek prioritas yang selama ini terkendala keterbatasan anggaran daerah.
Risiko dan Tantangan
Meski memiliki potensi besar, efektivitas Forum DPR RI Dapil Riau akan sangat bergantung pada kemampuan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga komitmen dan konsistensi perjuangan politik di tingkat nasional.
Salah satu tantangan utama adalah memastikan aspirasi daerah tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi kebijakan konkret, alokasi anggaran, dan program pembangunan yang dapat dieksekusi.
Selain itu, kebutuhan pembangunan di seluruh daerah di Indonesia juga sangat besar sehingga persaingan memperoleh dukungan APBN semakin ketat. Karena itu, pemerintah daerah harus mampu menyusun usulan program yang terukur, memiliki manfaat ekonomi tinggi, dan selaras dengan prioritas pembangunan nasional.
Tantangan lain adalah isu keadilan fiskal yang selama ini menjadi perdebatan di banyak daerah penghasil sumber daya alam. Pemerintah daerah berharap kontribusi besar terhadap penerimaan negara dapat diikuti dengan skema pembagian manfaat yang lebih proporsional.
Jika persoalan tersebut tidak mendapat perhatian yang memadai, kesenjangan pembangunan antara daerah penghasil dan pusat pertumbuhan ekonomi nasional berpotensi terus terjadi.
Karena itu, peluncuran Forum DPR RI Dapil Riau tidak hanya dipandang sebagai wadah komunikasi politik, tetapi juga sebagai momentum memperkuat posisi tawar daerah dalam memperjuangkan hak fiskal, akses investasi, dan pemerataan pembangunan.
Bagi Riau yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil minyak dan gas terbesar di Indonesia, keberhasilan forum tersebut dapat menjadi faktor penting dalam menentukan arah pembangunan daerah pada tahun-tahun mendatang. Dukungan APBN yang lebih kuat, peningkatan investasi, dan kebijakan fiskal yang lebih berkeadilan menjadi harapan utama yang kini menunggu pembuktian di tingkat nasional. (bsh)








