PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Partai Golkar segera mengambil langkah lanjutan terhadap dua kadernya di DPRD Riau, Parisman Ihwan dan Indra Gunawan Eet, menyusul bentrokan yang terjadi di lingkungan Gedung DPRD Riau pekan lalu. Pemanggilan dilakukan untuk memperoleh penjelasan langsung dari kedua legislator, sebelum partai menentukan langkah berikutnya.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan, sejauh ini kedua anggota DPRD Riau tersebut memang belum diminta hadir untuk memberikan klarifikasi resmi. Namun, DPP Golkar telah berkomunikasi intensif dengan keduanya melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp.
Menurut Doli, komunikasi tersebut telah memberikan gambaran awal mengenai kronologi peristiwa yang terjadi, meski partai tetap akan meminta penjelasan langsung dalam forum resmi.
“Belum dipanggil, tapi sudah sering komunikasi by phone dan chat WA,” kata Ahmad Doli Kurnia Tandjung di Pekanbaru.
Dijelaskan, proses pemanggilan belum dilakukan karena DPP Golkar bersama DPD Golkar Riau masih menyiapkan mekanisme yang dinilai paling tepat agar seluruh informasi dapat diperoleh secara utuh.
Ketua DPD Partai Golkar Riau, Yulisman menegaskan, pemanggilan kedua kader tersebut akan dilakukan bersamaan dengan agenda DPP Golkar. Langkah itu diharapkan membuat proses klarifikasi berlangsung lebih efektif dan menghasilkan kesimpulan yang sama antara pengurus daerah dan pusat.
“Pemanggilan nanti sekaligus dengan DPP, berbarengan saja,” ujar Yulisman.
Menurutnya, koordinasi bersama diperlukan mengingat dirinya juga sedang berada di Jakarta sehingga pembahasan bersama DPP dinilai lebih efisien.
Golkar Nilai Insiden Mencoreng Nama Partai
Yulisman menegaskan, insiden yang melibatkan dua legislator Golkar tersebut bukan persoalan biasa. Peristiwa itu dinilai telah mencoreng citra DPRD Riau sekaligus nama baik Partai Golkar di mata publik.
Karena itu, kata dia, partai berkepentingan untuk mengetahui secara utuh penyebab kejadian tersebut sebelum menentukan langkah organisasi selanjutnya.
Ia mengatakan pemanggilan tersebut juga merupakan arahan dari DPP Golkar sebagai bentuk tanggung jawab partai dalam menjaga disiplin kader serta kehormatan lembaga legislatif.
Golkar, lanjutnya, ingin memastikan setiap kader tetap menjaga etika politik dan mampu mengedepankan penyelesaian persoalan melalui mekanisme organisasi maupun forum resmi, bukan dengan tindakan yang berpotensi memicu konflik terbuka.
Berawal dari Rapat LKPJ APBD Riau
Insiden tersebut bermula ketika rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) APBD Riau Tahun Anggaran 2025 berlangsung di ruang rapat medium DPRD Riau, Kamis (16/7/2026).
Dalam rapat itu, Parisman Ihwan dan Indra Gunawan Eet terlibat adu argumentasi yang memanas hingga nyaris berujung adu fisik.
Situasi kemudian berkembang di luar ruang rapat. Buntut ketegangan tersebut, masing-masing kubu disebut membawa pendukung ke lingkungan Gedung DPRD Riau sehingga terjadi bentrokan.
Peristiwa itu mengakibatkan seorang petugas pengamanan DPRD Riau mengalami luka di bagian kepala dan harus mendapatkan empat jahitan.
Insiden tersebut menjadi perhatian publik karena terjadi di lingkungan lembaga legislatif yang seharusnya menjadi tempat penyelesaian perbedaan pendapat melalui mekanisme demokrasi.
DPRD dan Kedua Legislator Sudah Meminta Maaf
Pasca kejadian, pimpinan DPRD Riau bersama para pimpinan fraksi telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas peristiwa yang dinilai mencoreng citra lembaga.
Permintaan maaf juga disampaikan secara terpisah oleh Parisman Ihwan maupun Indra Gunawan Eet sebagai pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.
Meski demikian, langkah permintaan maaf belum menghentikan proses internal Partai Golkar. Partai tetap memandang perlu melakukan klarifikasi secara resmi sebagai bagian dari evaluasi organisasi.
Menanti Sikap Resmi Golkar
Rencana pemanggilan kedua kader Golkar tersebut menjadi perhatian karena berkaitan dengan komitmen partai dalam menjaga disiplin anggotanya, terutama mereka yang menduduki jabatan publik.
Hasil klarifikasi nantinya diperkirakan akan menjadi dasar bagi DPP dan DPD Golkar untuk menentukan tindak lanjut sesuai mekanisme organisasi yang berlaku.
Di sisi lain, masyarakat juga menunggu langkah konkret partai pasca insiden yang sempat memicu bentrokan di lingkungan DPRD Riau. Peristiwa tersebut tidak hanya berdampak pada citra dua legislator yang terlibat, tetapi juga terhadap kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif dan partai politik.
Dengan proses klarifikasi yang akan dilakukan secara bersama antara DPP dan DPD Golkar, partai berharap seluruh fakta dapat diperoleh secara menyeluruh sehingga keputusan yang diambil nantinya didasarkan pada informasi yang lengkap dan objektif. (trp)





