PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Ketua DPRD Riau, Kaderismanto menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat menyusul kericuhan yang berujung bentrok fisik di lingkungan DPRD Riau. Saat yang sama, DPRD memastikan identitas pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut masih didalami, karena bentrokan tidak terjadi dalam forum rapat Badan Anggaran (Banggar).
Permintaan maaf disampaikan Kaderismanto sehari setelah insiden yang terjadi usai rapat Banggar DPRD Riau bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, peristiwa tersebut telah mencoreng citra lembaga legislatif sehingga DPRD merasa perlu menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik.
“Atas nama lembaga, pimpinan dan seluruh anggota DPRD Riau, kami mengucapkan permohonan maaf yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Riau terkait kejadian kemarin,” kata Kaderismanto.
Ditegaskan, kericuhan tersebut tidak berkaitan dengan substansi rapat Banggar yang membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Riau Tahun Anggaran 2025.
Menurut Kaderismanto, seluruh agenda pembahasan berjalan sebagaimana mestinya hingga rapat berakhir. Perselisihan baru terjadi setelah forum resmi selesai.
“Jadi, kejadian yang kemarin itu tidak ada kaitannya dengan rapat pembahasan itu sebenarnya,” ujarnya.
Perselisihan Berawal dari Adu Mulut
Berdasarkan kronologi yang diperoleh menyebut, insiden bermula setelah rapat usai ketika Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan dan Ketua Komisi V DPRD Riau Indra Gunawan Eet terlibat adu mulut akibat perselisihan.
Namun, Kaderismanto menegaskan, kedua legislator tersebut bukan pihak yang terlibat dalam aksi baku hantam.
Menurutnya, bentrokan fisik justru melibatkan dua kelompok yang berada di luar ruang rapat. Hingga kini, DPRD Riau masih berupaya memastikan identitas seluruh orang yang terlibat dalam kericuhan tersebut.
“Kami masih mendalami orang-orang yang terlibat bentrok ini. Apakah mereka datang sendiri atau didatangkan,” ujarnya.
Dikatakan, DPRD akan memfasilitasi penyelesaian secara damai terhadap perselisihan yang terjadi antara dua anggota DPRD tersebut.
“Ini karena terjadi perselisihan kedua sahabat kita dari Fraksi Partai Golkar. Nanti kami akan memfasilitasi perdamaian. Kami yakin kemarin itu salah paham saja,” katanya.
Polisi Kumpulkan Keterangan Saksi
Sementara itu, kepolisian masih mengusut insiden tersebut dengan meminta keterangan sejumlah saksi serta mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian.
Pemeriksaan dilakukan terhadap beberapa pihak, termasuk petugas keamanan DPRD Riau yang berada di lokasi ketika kericuhan terjadi.
Langkah penyelidikan dilakukan untuk mengidentifikasi siapa saja yang terlibat serta mengetahui penyebab bentrokan yang terjadi setelah rapat Banggar berakhir.
Sejauh ini, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah orang yang diperiksa maupun kemungkinan adanya penetapan tersangka dalam kasus tersebut.
Dalam insiden itu, seorang petugas keamanan DPRD Riau berinisial A.I. menjadi korban ketika berusaha melerai keributan. Korban mengalami luka robek di bagian kepala akibat bentrokan dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena tidak hanya memicu gangguan keamanan di lingkungan kantor legislatif, tetapi juga menyebabkan korban dari unsur pengamanan yang sedang menjalankan tugas.
DPRD Berupaya Pulihkan Kepercayaan Publik
Bagi DPRD Riau, insiden tersebut menjadi evaluasi terhadap pengamanan maupun tata tertib di lingkungan lembaga legislatif.
Kaderismanto menegaskan, DPRD akan berupaya menyelesaikan persoalan yang memicu perselisihan sekaligus mendukung proses pengungkapan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kericuhan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga marwah lembaga DPRD sekaligus memastikan aktivitas legislasi dan pembahasan anggaran tetap berjalan tanpa terganggu oleh persoalan di luar substansi rapat.
Kericuhan di Gedung DPRD Riau juga menjadi perhatian publik karena terjadi setelah pembahasan agenda penting daerah, yakni LKPJ Gubernur Riau Tahun Anggaran 2025. Meski demikian, pimpinan DPRD menegaskan bahwa proses pembahasan anggaran tidak terganggu dan insiden tersebut merupakan persoalan yang muncul setelah rapat selesai.
Dengan proses penyelidikan yang masih berlangsung, publik kini menunggu hasil pendalaman aparat kepolisian mengenai identitas para pelaku bentrok serta tindak lanjut yang akan diambil DPRD Riau untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. (bsh)





