Hotspot di Riau Berkurang Jadi 5 Titik, BMKG Minta Warga Tetap Waspada Karhutla

Upaya pemadaman karhutla di Rohil tengah berlangsung, Senin kemarin. (Foto: Romi)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Jumlah titik panas atau hotspot di Riau yang terpantau satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sampai pukul 23.00 WIB menurun dan hanya tersisa lima titik. Meski tren ini menunjukkan kondisi lebih baik dibanding sebelumnya, masyarakat diminta tidak lengah karena potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih tetap ada.

Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Ranti Kurniati mengatakan, lima hotspot tersebut tersebar di empat daerah, yakni dua titik di Kota Dumai dan masing-masing satu titik di Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu serta Kuantan Singingi.

Penurunan jumlah hotspot menjadi indikator penting dalam upaya pengendalian karhutla di Riau yang setiap tahun menghadapi ancaman kebakaran saat memasuki musim kemarau. Namun, BMKG menegaskan bahwa berkurangnya titik panas bukan berarti risiko kebakaran telah hilang.

“Di Riau terpantau lima titik panas yang tersebar di empat kabupaten dan kota. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, meskipun jumlah hotspot mengalami penurunan,” kata Ranti.

Berdasarkan pemantauan BMKG, terdapat 166 hotspot di Pulau Sumatera. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 47 titik, disusul Bangka Belitung 36 titik, Bengkulu 26 titik, Lampung 15 titik, Jambi 11 titik, Sumatera Barat 10 titik, Aceh delapan titik, Sumatera Utara delapan titik, dan Riau lima titik.

Baca juga:  Riau Masih Sisakan 1 Hotspot, BMKG Tetap Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem

Data tersebut menunjukkan bahwa meski kondisi di Riau relatif lebih baik dibanding sejumlah provinsi lain di Sumatera, ancaman karhutla masih perlu diantisipasi melalui pengawasan lapangan dan partisipasi masyarakat.

Selain memantau hotspot, BMKG juga memprakirakan kondisi cuaca di Riau pada Selasa (14/7/2026) secara umum masih cukup kondusif. Cuaca sejak pagi hingga sore didominasi udara kabur, cerah berawan hingga berawan.

Pada malam hingga dini hari, hujan ringan diperkirakan turun di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Pelalawan, dan Kuantan Singingi. “Untuk hari ini tidak terdapat peringatan dini cuaca di wilayah Riau,” ujar Ranti.

BMKG mencatat suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celcius dengan kelembapan udara mencapai 55 hingga 99 persen. Angin bertiup dari arah timur hingga barat daya dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam.

Di wilayah perairan Riau, tinggi gelombang laut diprakirakan berkisar 0,5 hingga 1,25 meter atau berada pada kategori rendah. Kondisi tersebut dinilai masih relatif aman bagi aktivitas pelayaran.

Baca juga:  Konflik Manusia dan Harimau di Pelalawan Mengkhawatirkan, Sepekan Dua Orang Tewas Diterkam

Meski demikian, BMKG tetap mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar selalu memperhatikan perkembangan cuaca sebelum berlayar sebagai langkah mengantisipasi perubahan kondisi di lapangan.

Bagi masyarakat di wilayah rawan karhutla, penurunan jumlah hotspot diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat upaya pencegahan. Pembukaan lahan dengan cara membakar masih menjadi salah satu faktor utama munculnya titik panas yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan.

Upaya pencegahan dinilai menjadi langkah paling efektif untuk menjaga kualitas udara, menghindari gangguan kesehatan akibat kabut asap, serta mencegah dampak ekonomi dan lingkungan yang lebih luas. Karena itu, BMKG mengajak seluruh masyarakat tetap disiplin menjaga lingkungan agar tren penurunan hotspot di Riau dapat terus dipertahankan. (mcr)