PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dipercaya menjadi Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Riau dalam susunan kepengurusan baru yang diumumkan pada rapat pleno perdana di Kantor DPD Golkar Riau, Kamis (23/7/2026) malam.
Penunjukan tersebut menjadi salah satu sorotan utama, karena menandai masuknya SF Hariyanto ke jajaran strategis dalam struktur Partai Golkar Riau.
Ketua DPD Golkar Riau, Yulisman mengatakan, penempatan SF Hariyanto di Dewan Pertimbangan telah melalui komunikasi sejak awal. Nama SF Hariyanto juga telah diusulkan bersama jajaran Dewan Pembina kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar untuk mendapatkan pengesahan.
“Sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, sejak awal kami sudah berkomunikasi dengan beliau,” kata Yulisman.
Keputusan tersebut diumumkan bersamaan dengan peluncuran kepengurusan baru DPD Golkar Riau yang beranggotakan lebih dari 100 kader. Struktur kepengurusan itu diklaim mengakomodasi seluruh unsur dan faksi di internal partai, termasuk kader lintas generasi hingga tokoh yang sebelumnya berasal dari partai lain.
Menurut Yulisman, komposisi kepengurusan sengaja disusun untuk memperkuat soliditas organisasi menjelang agenda politik mendatang. Sekitar 60 persen diisi wajah lama, sementara sisanya merupakan kader baru dari berbagai latar belakang.
Ia menegaskan, tidak ada lagi pembagian kelompok di tubuh Golkar Riau. Seluruh kader diminta bekerja dalam satu barisan di bawah kepemimpinan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
“Hanya ada satu faksi, yaitu Partai Golkar, dan ketua umumnya Bahlil,” ujarnya.
Pengurus Baru Disiapkan Hadapi Agenda Politik
Yulisman menilai kepengurusan baru menjadi modal awal untuk memperkuat mesin partai menghadapi berbagai agenda politik, mulai dari konsolidasi organisasi hingga pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah berikutnya.
Target yang dipasang juga tidak tanggung-tanggung. Golkar Riau ingin kembali menjadi kekuatan politik dominan dengan memenangkan Pemilu legislatif maupun Pilkada di tingkat provinsi serta kabupaten dan kota.
“Semua harus kompak dan bergerak cepat memenangkan kembali Partai Golkar di Riau. Menang di DPRD Riau, menang di Pilkada gubernur, dan seluruh kabupaten serta kota juga harus menang,” kata anggota Komisi XII DPR RI tersebut.
Selain struktur harian, kepengurusan juga dilengkapi Dewan Pertimbangan dan Dewan Pembina yang diisi sejumlah senior Partai Golkar. Kehadiran SF Hariyanto di posisi Ketua Dewan Pertimbangan dinilai memperkuat jajaran tokoh senior yang akan memberikan arah dan pertimbangan strategis bagi partai.
Pelantikan Dijadwalkan Agustus
Usai pengumuman kepengurusan, DPD Golkar Riau akan mengusulkan struktur tersebut ke DPP Partai Golkar untuk memperoleh pengesahan.
Yulisman mengatakan pelantikan pengurus baru ditargetkan berlangsung pada Agustus 2026. Pihaknya berharap Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dapat hadir secara langsung.
Setelah pelantikan selesai, DPD Golkar Riau akan melanjutkan agenda konsolidasi melalui pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) di seluruh DPD kabupaten dan kota se-Riau.
“Harapan kita Ketua Umum hadir dalam pelantikan nanti. Setelah itu, Musda kabupaten dan kota akan segera digelar,” katanya.
Tidak Ada Lagi Perbedaan Faksi
Dalam pleno yang sama, Sekretaris DPD Golkar Riau Suparman mengajak seluruh pengurus mengakhiri perbedaan pandangan yang sempat terjadi di internal partai.
Ia menegaskan kepengurusan baru harus menjadi momentum memperkuat persatuan sekaligus membangun organisasi yang lebih solid menjelang agenda politik berikutnya.
Suparman juga memastikan evaluasi kepengurusan akan dilakukan secara menyeluruh sesuai mekanisme dan aturan organisasi, termasuk terhadap kepengurusan di tingkat kabupaten dan kota.
“Tidak ada lagi mengadu domba. Kita harus sejalan dan bersama menghadapi agenda politik dalam waktu dekat,” ujar Suparman.
Susunan Inti DPD Golkar Riau
Dalam kepengurusan baru tersebut, Yulisman ditetapkan sebagai Ketua DPD Golkar Riau, didampingi Suparman sebagai Sekretaris. Posisi Ketua Harian dipercayakan kepada Parisman Ihwan, sedangkan Rinor Kuswan menjabat Bendahara.
Masuknya SF Hariyanto sebagai Ketua Dewan Pertimbangan menjadi salah satu poin penting dalam formasi baru tersebut. Selain menghadirkan figur yang kini memimpin pemerintahan Provinsi Riau sebagai Plt Gubernur, langkah ini juga menunjukkan upaya Golkar Riau memperkuat konsolidasi dengan melibatkan tokoh-tokoh yang dinilai memiliki pengalaman pemerintahan dan jaringan politik.
Bagi publik, komposisi kepengurusan ini menjadi perhatian karena akan menentukan arah konsolidasi Partai Golkar di Riau dalam beberapa tahun ke depan.
Struktur baru tersebut juga menjadi fondasi awal bagi Golkar untuk mempersiapkan strategi menghadapi berbagai agenda politik, mulai dari pembenahan organisasi hingga perebutan kursi legislatif dan kepemimpinan daerah pada kontestasi mendatang. (trp)





