Hotspot di Riau Melonjak Jadi 43 Titik, BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla

BMKG mendeteksi 43 hotspot di sejumlah wilayah Riau. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, jumlah titik panas atau hotspot di Riau, Sabtu (18/7/2026) pagi meningkat menjadi 43 titik. Lonjakan ini menjadi sinyal, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu diwaspadai.

Data BMKG menunjukkan, Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 23 titik. Selain itu, enam titik terpantau di Dumai, lima titik di Kabupaten Indragiri Hulu, empat titik di Rokan Hulu, tiga titik di Pelalawan dan masing-masing satu titik di Kabupaten Siak dan Indragiri Hilir.

Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Sanya G menyebut, peningkatan hotspot tersebut harus menjadi perhatian semua pihak terkait, karena berpotensi memicu kebakaran bila kondisi cuaca mendukung.

“Di Riau terpantau 43 titik panas yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan maupun lahan agar dapat segera dilakukan penanganan,” kata Sanya.

BACA JUGA :  KPK Tutup Laporan Amplop Raja Juli, Dugaan Aliran Uang Bupati Kuansing Masih Diusut

Selain di Riau, BMKG juga mendeteksi 326 hotspot di Sumatera. Bangka Belitung menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak sebanyak 96 titik, disusul Sumatera Selatan 72 titik, Riau 43 titik, Jambi 28 titik, Sumatera Barat 26 titik, Lampung 22 titik, Aceh 19 titik, Sumatera Utara 10 titik, Bengkulu sembilan titik dan Kepulauan Riau satu titik.

Hujan Mengguyur Riau
Di sisi lain, BMKG menyebut kondisi atmosfer masih mendukung terbentuknya hujan di berbagai wilayah Riau.

Berdasarkan citra radar cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang telah terjadi sejak pagi di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Kuantan Singingi dan Indragiri Hilir.

Siang hari, hujan ringan hingga sedang diprakirakan masih berpotensi terjadi di Kabupaten Bengkalis, Rokan Hulu, Rokan Hilir dan Indragiri Hilir.

BACA JUGA :  Mendagri: Gaji Kepala Daerah Rp6 Juta, Biaya Pilkada Mahal Jadi Akar Korupsi

Sementara itu, pada sore hingga malam hari, wilayah yang berpotensi diguyur hujan semakin meluas, meliputi Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Kampar, Kuantan Singingi, Kepulauan Meranti, serta Kota Pekanbaru.

BMKG juga mengingatkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama di Kabupaten Kampar, Siak, Kuantan Singingi, Rokan Hulu, Pelalawan, dan Kota Pekanbaru.

Memasuki dini hari, cuaca di sebagian besar wilayah Riau diprakirakan didominasi kondisi udara kabur hingga berawan.

BMKG memperkirakan suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 55–100 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga barat laut dengan kecepatan 10–40 kilometer per jam.

Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah sehingga aktivitas pelayaran dinilai relatif aman.

BACA JUGA :  Bentrok di DPRD Riau, Pendukung Parisman Ihwan dan Indra Gunawan Eet Baku Hantam Usai Rapat Banggar

Peningkatan hotspot menunjukkan risiko karhutla di Riau belum sepenuhnya mereda. Meski hujan masih turun di sejumlah wilayah, kemunculan puluhan titik panas menjadi indikator yang perlu diwaspadai pemerintah daerah, aparat penanggulangan bencana, perusahaan pemegang konsesi, maupun masyarakat.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat. (mcr)