Jalan Bangau Sakti Pekanbaru Diperlebar, Jalur Baru Disiapkan Guna Urai Macet Panam

Pemko Pekanbaru akan melebarkan jalan Bangau Sakti untuk mengurai kemacetan di Panam. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Kemacetan panjang di kawasan Panam mulai mendapat perhatian serius Pemerintah Kota Pekanbaru. Setelah bertahun-tahun Jalan HR Soebrantas menjadi titik padat kendaraan, khususnya saat jam kerja dan akhir pekan, pemko kini menyiapkan rencana pelebaran Jalan Bangau Sakti sebagai jalur alternatif baru.

Langkah ini dinilai penting, karena Jalan HR Soebrantas selama ini menjadi salah satu urat nadi utama aktivitas masyarakat di wilayah barat Pekanbaru. Selain menjadi akses menuju kawasan pendidikan, jalan tersebut juga menghubungkan mobilitas warga menuju Kabupaten Kampar dan berbagai pusat ekonomi baru di Panam.

Plh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pekanbaru, Zulhelmi Arifin mengatakan, pelebaran Jalan Bangau Sakti merupakan bagian dari upaya pemerintah mengurangi beban lalu lintas di HR Soebrantas yang semakin padat dari tahun ke tahun.

Menurutnya, jalur alternatif tersebut nantinya akan terhubung hingga ke Jalan Naga Sakti sehingga diharapkan mampu memecah arus kendaraan yang selama ini menumpuk di satu titik.

“Jalan Soebrantas sekarang sudah sangat padat. Karena itu kami menyiapkan pelebaran Jalan Bangau Sakti agar masyarakat punya akses alternatif yang lebih lancar,” ujar Zulhelmi, Kamis (7/5/2026).

Dikatakan, proyek tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Agung Nugroho yang meminta jajarannya menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan kemacetan di Panam.

Kawasan Panam sendiri dalam beberapa tahun terakhir berkembang sangat pesat. Pertumbuhan permukiman baru, pusat usaha, rumah makan, hingga kampus membuat volume kendaraan meningkat tajam. Kondisi itu diperparah dengan terbatasnya kapasitas jalan yang belum mampu mengimbangi pertumbuhan kendaraan.

Tak sedikit warga mengeluhkan waktu tempuh yang semakin lama, terutama saat pagi dan sore hari. Bahkan, antrean kendaraan kerap mengular hingga beberapa kilometer pada jam sibuk.

Pemko Gandeng RRI dan UNRI untuk Pembebasan Jalur

Untuk merealisasikan proyek tersebut, Pemko Pekanbaru mulai melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak yang lahannya masuk dalam rencana pelebaran jalan. Di antaranya Radio Republik Indonesia (RRI) dan Universitas Riau (UNRI).

Dijelaskan, sebagian trase jalan nantinya akan melintasi kawasan lahan menara pemancar RRI yang berada di sekitar Jalan HR Soebrantas menuju Bangau Sakti.

Kabar baiknya, kata dia, RRI pada prinsipnya telah menyetujui rencana pelebaran jalan tersebut. Pemko pun menyampaikan apresiasi karena dukungan itu dinilai penting untuk mempercepat penataan infrastruktur di kawasan Panam.

“Kami berterima kasih kepada RRI karena secara prinsip sudah menyetujui rencana ini. Selanjutnya koordinasi akan kami lanjutkan dengan pihak UNRI sampai ke kawasan BPN Pekanbaru,” katanya.

Berdasarkan rencana awal, jalan tersebut akan diperlebar hingga delapan meter dengan panjang sekitar 900 meter. Jika terealisasi, jalur baru itu diproyeksikan mampu menjadi alternatif strategis bagi pengendara yang selama ini terjebak kepadatan di HR Soebrantas.

Selain itu, konektivitas antara Bangau Sakti dan Naga Sakti juga diyakini dapat membuka akses mobilitas baru bagi masyarakat sekitar.

Pemko Pekanbaru juga berupaya memastikan seluruh tahapan proyek berjalan sesuai aturan. Karena itu, koordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pekanbaru terus dilakukan, terutama terkait proses hibah maupun pengurangan lahan agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Ami menegaskan pemerintah tidak ingin pengurangan lahan dilakukan secara berlebihan. Oleh sebab itu, pengukuran detail akan dilakukan secara cermat sesuai kebutuhan riil di lapangan.

“Kami ingin semuanya terukur dengan baik. Jangan sampai ada pengurangan lahan yang tidak sesuai kebutuhan,” ulasnya.

Agenda pengukuran sebenarnya sempat dijadwalkan dalam waktu dekat. Namun kegiatan itu harus ditunda sementara akibat cuaca hujan yang melanda Pekanbaru beberapa hari terakhir.

Meski demikian, pemerintah memastikan seluruh pihak terkait, termasuk camat dan lurah setempat, telah siap turun ke lapangan untuk melakukan peninjauan ulang.

“Secara prinsip semuanya sudah siap. Tinggal penjadwalan ulang pengukuran karena faktor cuaca,” ungkap Zulhelmi.

Rencana pelebaran Jalan Bangau Sakti mendapat perhatian masyarakat karena dinilai bisa menjadi solusi jangka pendek yang cukup realistis di tengah kepadatan Panam yang terus meningkat.

Selain pembangunan jalan, Pemko juga berencana melakukan penataan infrastruktur pendukung seperti jaringan listrik dan fasilitas utilitas lainnya agar jalur baru tersebut nyaman dilalui masyarakat.

Penambahan akses alternatif memang menjadi kebutuhan mendesak bagi Pekanbaru. Apalagi pertumbuhan kawasan pinggiran kota tidak lagi sebanding dengan kapasitas jalan yang tersedia.

Jika tidak diantisipasi sejak dini, kemacetan di Panam diperkirakan akan semakin parah dalam beberapa tahun ke depan, terlebih dengan terus bertambahnya jumlah kendaraan pribadi.

Karena itu, proyek pelebaran Jalan Bangau Sakti dianggap bukan sekadar pembangunan jalan biasa, melainkan bagian dari strategi penataan transportasi perkotaan yang lebih luas.

Pemko Pekanbaru berharap, proyek tersebut bisa segera terealisasi sehingga masyarakat memiliki pilihan akses yang lebih cepat, aman dan nyaman.

“Ini bentuk komitmen pemerintah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk menghadirkan infrastruktur jalan dan transportasi yang lebih baik,” tukasnya. (ckl/zul)

Tinggalkan Balasan