BMKG Pantau 20 Hotspot di Riau, Pelalawan Sumbang Delapan Titik Panas

Petugas Manggala Agni berjibaku memadamkan karhutla di Inhu, beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebanyak 20 titik panas (hotspot) di Riau, Minggu (2/8/2026). Kabupaten Pelalawan menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak diikuti Kota Dumai.

Data BMKG menunjukkan, dari total 261 hotspot yang terpantau di Sumatera, sebanyak 20 titik berada di wilayah Riau dan tersebar di enam kabupaten/kota.

Forecaster On Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Anggun R menjelaskan, sebaran hotspot di Riau terdiri atas delapan titik di Kabupaten Pelalawan, lima titik di Kota Dumai, empat titik di Kabupaten Indragiri Hilir dan masing-masing satu titik di Kabupaten Rokan Hilir, Siak dan Indragiri Hulu.

“Di Riau terdeteksi 20 hotspot yang tersebar di enam daerah, Kabupaten Pelalawan delapan titik, Kota Dumai lima titik, Kabupaten Indragiri Hilir empat titik, Kabupaten Rokan Hilir satu titik, Kabupaten Siak satu titik dan Kabupaten Indragiri Hulu satu titik,” urai Anggun.

BACA JUGA :  Hotspot Riau Bertambah Jadi 27 Titik, Dumai Terbanyak

Secara regional, BMKG mencatat Sumatera memiliki total 261 hotspot. Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 93 titik. Disusul Bangka Belitung sebanyak 62 titik, Jambi 20 titik, Riau 20 titik, Lampung 18 titik, Aceh 15 titik, Bengkulu 12 titik, Sumatera Barat 12 titik, Kepulauan Riau lima titik dan Sumatera Utara empat titik.

Keberadaan hotspot menjadi salah satu indikator awal yang dipantau BMKG dalam upaya mendeteksi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun demikian, hotspot belum dapat dipastikan sebagai kejadian kebakaran karena masih memerlukan verifikasi lapangan oleh instansi terkait.

BACA JUGA :  Hotspot Riau Bertambah Jadi 27 Titik, Dumai Terbanyak

Pada saat yang sama, BMKG juga memprakirakan sebagian wilayah Riau masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Meski hujan diperkirakan terjadi di sejumlah daerah, BMKG tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan hotspot karena kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu dan memengaruhi potensi munculnya kebakaran lahan.

Pelalawan dan Dumai Jadi Perhatian
Sebaran hotspot yang didominasi Kabupaten Pelalawan dan Kota Dumai menjadi perhatian karena kedua daerah tersebut merupakan wilayah yang dalam beberapa tahun terakhir kerap masuk dalam pemantauan karhutla saat musim kemarau.

Informasi hotspot menjadi dasar bagi pemerintah daerah, aparat penanggulangan bencana, hingga tim pemadam untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan pengecekan lapangan apabila ditemukan indikasi kebakaran.

BACA JUGA :  Hotspot Riau Bertambah Jadi 27 Titik, Dumai Terbanyak

BMKG terus memperbarui data titik panas secara berkala sebagai bagian dari sistem pemantauan dini guna mendukung upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Riau. (bsh)