Riau  

Perangkap Kosong, Keberadaan Harimau di Danai Inhil Masih Misterius, Warga Diminta Waspada

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Upaya menangkap harimau Sumatera yang berkeliaran di sekitar permukiman warga Desa Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau masih belum membuahkan hasil.

Kandang perangkap yang sudah dipasang, Selasa (11/8/2026) lalu sampai hari ini masih belum dimasuki satwa liar tersebut.

Kepala Desa Danai, Halim mengatakan, seekor kambing telah ditempatkan sebagai umpan di dalam kandang perangkap. Namun, sejauh ini belum terlihat tanda-tanda harimau mendekati atau masuk ke perangkap.

“Kandang perangkap kita letakan seekor kambing. Tapi sampai hari ini belum ada tanda-tanda harimaunya masuk perangkap,” kata Halim, Sabtu (15/8/2026).

Kondisi itu menjadi perhatian, karena keberadaan harimau sebelumnya masih beberapa kali terpantau melalui kamera jebak atau camera trap yang dipasang di kawasan tersebut.

Pantauan terakhir kamera jebak terjadi sekitar tiga hari sebelum Sabtu. Setelah itu, satwa yang diduga merupakan harimau Sumatera tersebut tidak kembali terekam.

Menurut Halim, posisi kamera jebak dengan kandang perangkap sebenarnya tidak terlalu berjauhan. Namun, belum adanya rekaman terbaru membuat pergerakan harimau saat ini sulit dipastikan.

BACA JUGA :  619.290 Penerima di Riau Dapat 18.578 Ton Beras, Penyaluran Mulai Agustus

“Terakhir harimau masih terpantau dari camera trap sekitar tiga hari lalu. Setelah itu sampai sekarang belum terlihat lagi,” ujarnya.

Tidak Terekam Kamera Bukan Berarti Sudah Pergi
Pemerintah Desa Danai tidak menjadikan hilangnya rekaman kamera jebak sebagai tanda bahwa harimau telah meninggalkan kawasan permukiman.

Menurut Halim, satwa liar tersebut masih mungkin berada di sekitar perkampungan meskipun selama beberapa hari tidak melintas di titik pemantauan kamera. Karena itu, kewaspadaan warga tetap diminta.

“Kami tentu tidak serta-merta merasa tenang karena beberapa hari tidak terpantau kamera. Harimau bisa saja masih berada di sekitar kawasan perkampungan,” katanya.

Situasi tersebut membuat aktivitas warga di kawasan yang berpotensi menjadi jalur pergerakan harimau perlu mendapat perhatian. Terutama aktivitas di kebun yang dilakukan seorang diri.

Halim meminta masyarakat tidak menganggap kondisi beberapa hari terakhir sebagai tanda bahwa situasi telah sepenuhnya aman. Warga juga diminta mengikuti arahan pengamanan yang telah disampaikan pemerintah desa dan petugas di lapangan.

“Kami mengimbau warga tetap waspada dan jangan pergi sendirian. Aktivitas, terutama ke kebun, juga sebaiknya dibatasi dulu demi keselamatan,” tegasnya.

BACA JUGA :  El Nino Menguat, Ancaman Karhutla Mulai Mengintai Siak

Warga Diminta Tidak Panik
Di tengah belum tertangkapnya harimau, pemerintah desa juga meminta masyarakat tidak panik. Kewaspadaan dinilai tetap diperlukan tanpa melakukan tindakan yang dapat membahayakan warga maupun satwa.

Pemantauan terhadap keberadaan harimau terus dilakukan untuk mengetahui apakah satwa tersebut masih berada di sekitar permukiman atau telah bergerak menuju kawasan lain.

Tidak adanya rekaman kamera selama beberapa hari juga belum cukup untuk memastikan arah pergerakan harimau. Satwa liar dapat berpindah melalui kawasan yang tidak terjangkau kamera sehingga keberadaannya tetap perlu diantisipasi.

Bagi warga yang sehari-hari beraktivitas di kebun atau kawasan yang berdekatan dengan habitat satwa liar, imbauan untuk tidak bepergian seorang diri menjadi salah satu langkah pencegahan yang ditekankan pemerintah desa.

Satwa Dilindungi
Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) merupakan satwa liar yang dilindungi. Kemunculannya di sekitar wilayah permukiman menjadi persoalan yang perlu ditangani dengan memperhatikan keselamatan masyarakat sekaligus keberlangsungan satwa.

BACA JUGA :  Update Cuaca Riau 15 Agustus: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah

Dalam kondisi seperti di Desa Danai, informasi mengenai keberadaan harimau menjadi penting bagi masyarakat karena pergerakan satwa tidak selalu dapat dipantau secara terus-menerus.

Kamera jebak hanya merekam ketika satwa melintas pada titik yang berada dalam jangkauan alat. Karena itu, tidak adanya rekaman baru selama beberapa hari belum dapat menjadi kepastian bahwa harimau sudah meninggalkan kawasan tersebut.

Halim berharap warga tetap tenang, tetapi tidak mengurangi kewaspadaan. Sementara itu, upaya pemantauan dan penanganan terhadap keberadaan harimau masih terus dilakukan.

FokusRiau.com mencatat, Sabtu (15/8/2026) kandang perangkap yang sudah berisi seekor kambing sebagai umpan masih belum berhasil memancing sang harimau masuk ke perangkap. Pantauan terakhir melalui kamera jebak juga terjadi sekitar tiga hari sebelumnya. (mcr)