Udara Pekanbaru Masih Tak Sehat, Siswa Kembali Belajar dari Rumah

Kualitas udara Pekanbaru memburuk akibat asap karhutla. Sekolah PAUD-SMP kembali menerapkan sistem daring. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Asap yang masih menyelimuti Kota Pekanbaru membuat aktivitas belajar peserta didik belum sepenuhnya kembali ke ruang kelas. Rabu (9/9/2026), siswa masih mengikuti pembelajaran dari rumah melalui sistem daring.

Kebijakan tersebut diterapkan seiring kualitas udara Pekanbaru yang masih berada pada kategori tidak sehat. Kondisi itu membuat proses belajar mengajar di sekolah perlu disesuaikan dengan keadaan lingkungan.

Bagi siswa, kegiatan pembelajaran tetap berjalan meski tidak bertatap muka dengan guru. Materi dan tugas diberikan melalui perangkat komunikasi yang digunakan masing-masing sekolah.

Tugas Sekolah Tetap Dikirim dari Rumah
Salah seorang siswa MTs Fadillah, Syauqi mengaku tetap menerima tugas dari guru selama pembelajaran jarak jauh berlangsung.

Salah satu tugas yang dikerjakannya adalah mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Setelah menerima tugas, ia langsung mengerjakannya dari rumah.

“Tadi dapat tugas dari guru di sekolah. Langsung kami disuruh kerjakan,” kata Syauqi.

Pelajar kelas VII tersebut mengaku, tugas sekolah dikirim melalui WhatsApp Group. Guru juga memberikan batas waktu kepada siswa untuk menyelesaikan pekerjaan yang diberikan.

Menurutnya, selama dua hari terakhir tugas sekolah tetap diberikan meski kegiatan belajar dilakukan dari rumah.

“Selama dua hari ini selalu dapat tugas, begitu selesai langsung dikirim,” ujarnya.

Pola tersebut membuat aktivitas pembelajaran tetap berlangsung. Siswa mengerjakan tugas di rumah, kemudian mengirimkan hasilnya kepada guru melalui grup komunikasi yang telah digunakan sekolah.

Dinas Pendidikan Pantau Kondisi Udara
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal mengatakan, keberlanjutan pembelajaran jarak jauh masih bergantung pada perkembangan kualitas udara.

Pemerintah kota masih memantau kondisi udara sebelum menentukan apakah kegiatan belajar tatap muka dapat kembali dilaksanakan.

Jamal menyebut, kualitas udara Pekanbaru masih berada pada kategori tidak sehat. Kondisi tersebut dipengaruhi asap kiriman yang masuk ke wilayah Kota Pekanbaru.

“Sampai saat ini masih dalam kategori tidak sehat, karena ada asap kiriman di Kota Pekanbaru,” ujarnya.

Ditambahkan, pembelajaran jarak jauh masih diberlakukan pada Rabu (9/9/2026). Keputusan mengenai sistem pembelajaran untuk hari berikutnya akan dibahas bersama organisasi perangkat daerah terkait.

“Untuk kelanjutan besok, kita akan bahas bersama dinas terkait,” katanya.

Kondisi udara yang belum membaik juga berkaitan dengan belum turunnya hujan di Pekanbaru.

Situasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menentukan pola pembelajaran bagi peserta didik. Jika kualitas udara belum menunjukkan perbaikan, pembelajaran dari rumah masih menjadi pilihan untuk mengurangi aktivitas anak-anak di luar ruangan.

Pemerintah daerah kini masih melihat perkembangan kualitas udara sebelum menentukan kebijakan pembelajaran selanjutnya. (trp)