PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Semen Padang FC bersiap menjamu PSMS Medan pada pekan keenam kompetisi Pegadaian Championship 2026, Sabtu (17/10/2026) pukul 15.00 WIB di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi.
Semen Padang FC bermain dengan satu misi besar, menang! Kabau Sirah membidik tiga poin. Kesempatan bermain di kandang ingin dimanfaatkan untuk membayar hasil mengecewakan pada pertandingan sebelumnya.
Pelatih Stefano memastikan anak asuhnya telah menjalani persiapan dengan baik. Latihan difokuskan pada pematangan permainan, ketajaman teknik dan kesiapan menghadapi tekanan pertandingan.
Namun, ada satu pekerjaan rumah yang tak boleh diabaikan. Semen Padang harus menjaga konsentrasi sampai pertandingan benar-benar berakhir. Kelengahan di menit-menit terakhir sebelumnya, menjadi pelajaran mahal bagi tim berjuluk Kabau Sirah tersebut.
Saatnya Kejar Kemenangan
Stefano menyadari, lawan memiliki posisi lebih baik di klasemen sementara. Meski begitu, kondisi tersebut tak membuatnya kehilangan keyakinan. Bermain di Stadion Patriot menjadi kesempatan bagi Semen Padang untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus memburu hasil maksimal.
Dalam konferensi pers, Jumat (16/10/2026), Stefano menegaskan, timnya sudah mempersiapkan diri menghadapi laga tersebut.
“Kita besok tahu posisi lawan lebih bagus dari kita di dalam liga. Tapi besok kita main di kandang di Patriot ini. Mudah-mudahan kita bisa perform terus bisa menang di pertandingan,” kata Stefano.
Pesan sang pelatih cukup jelas. Semen Padang harus tampil berani, disiplin, dan mampu memanfaatkan peluang. Target tiga poin bukan sekadar ambisi, melainkan kesempatan untuk mengangkat kepercayaan diri tim setelah hasil sebelumnya tak berjalan sesuai harapan.
Resaldi: Kami Datang untuk Tiga Poin!
Semangat serupa juga disuarakan Resaldi yang mewakili pemain dalam konferensi pers jelang pertandingan. Ia menyebut, seluruh rekan setimnya memiliki tekad yang sama untuk meraih kemenangan di hadapan pendukung sendiri.
Bagi Kabau Sirah, laga ini diharapkan menjadi momentum untuk memburu kemenangan kandang pertama.
“Untuk pertandingan besok teman-teman juga bertekad untuk meraih tiga poin. Dan saya dan teman-teman berharap pertandingan besok kita bisa meraih tiga poin di home yang ketiga. Semoga kita bisa meraih kemenangan pertama kita di kandang,” ujar Resaldi.
Pernyataan tersebut memperlihatkan besarnya motivasi para pemain. Mereka ingin menjawab dukungan suporter dengan hasil positif, bukan sekadar penampilan yang menjanjikan.
Kini, tantangannya tinggal membuktikan tekad itu di lapangan. Semen Padang perlu menjaga keseimbangan permainan, memanfaatkan peluang, dan tidak memberi ruang bagi lawan untuk mengambil alih kendali pertandingan.
Kebobolan Menit Akhir Jadi Alarm Keras
Ada satu kejadian dari pertandingan sebelumnya yang masih membekas di benak Stefano: gol lawan pada menit-menit akhir.
Menurutnya, kelelahan dapat memengaruhi fokus pemain ketika pertandingan mendekati penghujung. Dalam situasi seperti itu, kesalahan kecil bisa berakibat fatal.
Stefano menilai, Semen Padang sebenarnya memiliki peluang untuk membawa pulang setidaknya satu poin dari laga sebelumnya. Sayangnya, gol yang bersarang menjelang akhir pertandingan menggagalkan harapan tersebut.
“Kita tahu sepak bola di menit-menit terakhir bukan pertandingan kita saja tapi banyak pertandingan ada gol. Biasa pemain, orang manusia sudah capek, terus kadang-kadang hilang konsentrasi. Saya pikir pertandingan terakhir kita minimal bisa dapat satu poin, tapi kita kebobolan last minute,” tuturnya.
Pengalaman itu menjadi peringatan bagi Kabau Sirah. Pertandingan tidak selesai ketika tim mulai kelelahan atau waktu normal hampir habis. Fokus harus tetap terjaga sampai peluit panjang berbunyi.
Pembenahan pun dilakukan dalam sesi latihan. Stefano berharap para pemain mampu tampil lebih solid dan menghindari kesalahan serupa saat menghadapi pertandingan kali ini.
Hubungan Baik dengan Pelatih Lawan Tak Mengurangi Fokus
Di tengah persiapan laga, Stefano juga mengenang hubungannya dengan pelatih lawan yang pernah bekerja bersamanya di Bali United.
Ia menyebut, rekannya tersebut ikut berkontribusi ketika Bali United meraih gelar juara pertamanya di Pulau Dewata. Setelah kebersamaan itu, sang pelatih melanjutkan perjalanan kariernya di Solo dan sejumlah klub lainnya.
“Bali tim, coach teman saya waktu saya datang di Bali waktu itu dia sudah di sana. Dia bantu kita juara pertama kali di Pulau Bali sana,” kata Stefano.
Stefano mengaku senang pernah bekerja bersama rekannya tersebut dan menilai hubungan mereka tetap baik.
Namun, urusan pertemanan berada di luar lapangan. Begitu pertandingan dimulai, masing-masing pelatih akan berusaha membawa timnya meraih hasil terbaik.
Bagi Semen Padang, targetnya sudah terang: tiga poin di Stadion Patriot. Persiapan telah dijalani, motivasi pemain sudah disuarakan, dan evaluasi kekalahan sebelumnya telah dilakukan.
Kini, Kabau Sirah harus menjawab semuanya di lapangan. Jangan sampai peluang kembali hilang hanya karena lengah pada detik-detik krusial. (jig)






