PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Masyarakat Riau perlu bersiap menghadapi perubahan cuaca, Senin (19/10/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Pekanbaru memperkirakan, hujan ringan dan sedang berpeluang turun di sebagian besar wilayah Riau, terutama mulai sore dan dini hari.
Di balik potensi hujan tersebut, masyarakat masih perlu mewaspadai kekaburan udara akibat asap yang diprakirakan bertahan sepanjang hari. BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terhadap kemungkinan hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah kabupaten dan kota.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Alfa Nataris menjelaskan, kondisi cuaca pada pagi hari cenderung berawan dengan potensi asap. Hujan ringan terpantau di sebagian wilayah Kota Dumai, sedangkan Pelalawan dan Indragiri Hilir berpeluang mengalami hujan ringan hingga sedang.
Memasuki siang hari, potensi hujan meluas ke sejumlah daerah. Pelalawan, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Kepulauan Meranti diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
“Sore, malam hingga dini hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di hampir sebagian besar wilayah Riau,” kata Alfa.
Enam Daerah Berpotensi Dilanda Hujan Lebat
BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi pada sore hingga malam hari.
Wilayah yang masuk dalam peringatan dini meliputi Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kota Dumai, Siak, Bengkalis, dan Kampar. Hujan sedang hingga lebat di daerah tersebut berpeluang disertai sambaran petir dan hembusan angin kencang.
Ancaman cuaca serupa juga diperkirakan muncul pada dini hari, khususnya di sebagian wilayah Pelalawan, Kuantan Singingi, dan Indragiri Hulu.
Masyarakat yang beraktivitas di luar rumah diimbau memperhatikan perkembangan cuaca, terutama ketika hujan disertai petir dan angin kencang. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu perjalanan serta aktivitas masyarakat di ruang terbuka.
BMKG juga memperkirakan suhu udara di Riau berkisar antara 23-33 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara berada pada rentang 55-100 persen.
Angin diprakirakan bertiup dari arah barat laut hingga selatan dengan kecepatan 10-40 kilometer per jam.
Sementara itu, kondisi perairan Riau diperkirakan relatif tenang. Tinggi gelombang laut berkisar 0,5-1,25 meter, yang masuk kategori rendah.
Meski demikian, kondisi cuaca di daratan dan perairan tetap perlu dipantau karena perubahan cuaca dapat memengaruhi kegiatan masyarakat, termasuk perjalanan laut.
Dua Titik Panas Terdeteksi di Riau
Di tengah potensi hujan, persoalan asap masih menjadi perhatian. Berdasarkan pemantauan BMKG hingga pukul 23.59 WIB, jumlah titik panas di Pulau Sumatera tercatat mencapai 2.424 titik.
Dari jumlah tersebut, dua titik panas terpantau di Provinsi Riau. Masing-masing berada di Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.
Jumlah titik panas yang terpantau di Riau relatif sedikit dibandingkan total di Sumatera. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta menghilangkan risiko kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.
BMKG mengingatkan warga untuk tetap melindungi diri, khususnya ketika kualitas udara memburuk dan asap semakin pekat.
Warga Diminta Tetap Waspada Terhadap Asap
Alfa mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Warga juga disarankan mengurangi kegiatan di luar rumah apabila kabut asap semakin tebal.
“Masyarakat diimbau memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat,” ujar Alfa.
Potensi hujan di sejumlah wilayah diharapkan membantu memperbaiki kondisi lingkungan. Namun, masyarakat tetap perlu mengikuti informasi cuaca dan kualitas udara terbaru, mengingat hujan tidak selalu turun merata di seluruh wilayah Riau.
BMKG meminta warga mengantisipasi dua kondisi yang dapat muncul bersamaan, yakni hujan yang berpotensi disertai petir dan angin kencang serta paparan asap yang masih mengganggu jarak pandang dan kesehatan. (ria)






