PADANG, FOKUSRIAU.COM-Jumlah kunjungan wisatawan di Pantai Padang, Sumatera Barat pada libur Lebaran 2026 mengalami penurunan signifikan. Penurunan terlihat pada H+2 Lebaran, Senin (23/3/2026) yang mencatatkan jumlah wisatawan jauh lebih sedikit dibanding periode sama tahun 2025.
Tiara Sani (30), seorang pedagang di kawasan Pantai Padang mengungkapkan, keramaian baru mulai terasa pada H+2 Lebaran. Kondisi itu berbeda dengan tahun lalu yang sudah ramai sejak H+1. “Jumlah pengunjung dan pembeli menurun sekitar 30 persen,” katanya.
Penurunan tercermin dalam omzet yang diraih Tiara yang hanya berkisan antara Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta per hari. Jumlah itu jauh lebih rendah dari Rp 3,5 juta per hari yang didapatkan tahun lalu.
Dampak Bencana Alam dan Akses Jalan Terganggu
Tiara menyebut, salah satu faktor utama penurunan kunjungan wisatawan adalah dampak bencana alam yang melanda Sumatera Barat pada November 2025. Kerusakan sejumlah ruas jalan utama menghambat mobilitas wisatawan, salah satunya akses menuju Padang dari Bukittinggi via Lembah Anai yang kini menggunakan sistem satu arah berbasis waktu.
“Jalur alternatif seperti Malalak juga belum bisa dilalui sepenuhnya,” tambahnya.
Senada dengan Tiara, Weni (45), seorang pedagang lain, mengonfirmasi bahwa bencana alam turut mempengaruhi sektor pariwisata di Padang. Meski demikian, Weni masih berharap ada peningkatan kunjungan wisatawan menjelang akhir liburan sekolah.
“Biasanya, setelah siswa mulai masuk sekolah, kunjungan akan meningkat,” ujarnya optimistis.
Sektor Wisata Mengeluh, Pemkot Padang Tetap Optimis
Tak hanya pedagang kuliner, penyedia jasa foto keliling, seperti Faisal Bais, juga merasakan dampak serupa. Faisal mengeluhkan turunnya penghasilannya hingga 60 persen, yang hanya berkisar Rp 200.000 per hari, jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang bisa mencapai Rp 700.000 per hari.
Namun, meskipun banyak pelaku usaha yang mengeluhkan kondisi ini, Pemerintah Kota Padang tetap optimistis.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra Syani memprediksi , total kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2026 akan mengalami kenaikan sebesar 12 persen dibandingkan tahun lalu, mencapai sekitar 650.000 wisatawan. Prediksi ini didasarkan pada peningkatan jumlah pemudik yang tercatat selama masa angkutan Lebaran.
Langkah Pemko Padang Jaga Citra Pariwisata
Untuk memastikan kenyamanan wisatawan dan menjaga citra pariwisata Padang, Yudi Indra Syani juga mengungkap, Pemko Padang akan segera menerbitkan Edaran Wali Kota terkait transparansi harga.
Langkah ini bertujuan untuk menanggulangi praktik pakuak, istilah lokal untuk pedagang yang mematok harga tak wajar tanpa daftar harga yang jelas.
“Kami ingin memastikan harga yang ditawarkan di kawasan wisata transparan dan sesuai dengan standar. Jangan sampai ada pedagang yang merusak citra pariwisata Padang dengan praktik harga yang merugikan pengunjung,” kata Yudi.
Para pelaku usaha pariwisata juga diimbau untuk menjadi tuan rumah yang baik dengan memberikan pelayanan terbaik, mencantumkan harga pada daftar menu, dan menjaga kualitas agar sektor pariwisata Padang tetap tumbuh positif. (kps/bsh)
