Cuaca Riau Hari Ini: BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Petir, Ada Baiknya Pekanbaru Siaga!

Hujan intensitas ringan dan sedang akan mendominasi Riau sejak pagi hingga malam. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Cuaca di Riau masih belum bersahabat. Setelah beberapa hari terakhir diguyur hujan, potensi cuaca ekstrem kembali diperkirakan terjadi, Rabu (13/5/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama siang dan malam hari.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yudhistira Mawadah mengatakan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih mendominasi sebagian besar wilayah Riau sejak pagi. Bahkan, beberapa daerah sudah terpantau diguyur hujan melalui citra radar cuaca BMKG.

Wilayah yang mengalami hujan sejak pagi meliputi Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Kuantan Singingi, Pelalawan, Kepulauan Meranti, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir hingga Kota Dumai. Kondisi tersebut diperkirakan terus berlanjut secara bertahap hingga malam hari.

“Pada pagi hari terpantau hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah wilayah Riau,” ujar Yudhistira, Rabu pagi.

Meski sebagian daerah diprediksi mengalami kondisi cerah berawan pada siang hari, potensi hujan belum sepenuhnya hilang. BMKG memperkirakan hujan ringan hingga sedang masih dapat terjadi di sejumlah wilayah seperti Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Kuantan Singingi, Kampar, Pelalawan, Kepulauan Meranti, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan Kota Dumai.

Situasi yang perlu diwaspadai justru diperkirakan terjadi menjelang sore hingga malam. Pada periode itu, hujan diprediksi meluas ke hampir seluruh wilayah Riau dengan potensi intensitas sedang hingga lebat.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait kemungkinan munculnya petir dan angin kencang. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pengguna jalan dan warga yang tinggal di kawasan rawan genangan.

Wilayah yang masuk dalam daftar peringatan dini meliputi Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Kampar, Siak, Kuantan Singingi, Pelalawan, Kepulauan Meranti, Kota Dumai hingga Kota Pekanbaru.

“Waspada hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada siang, sore hingga malam hari,” kata Yudhistira.

Cuaca basah yang terus terjadi dalam beberapa hari terakhir membuat masyarakat mulai khawatir terhadap potensi banjir lokal. Di sejumlah titik di Pekanbaru, genangan bahkan sempat muncul usai hujan deras mengguyur kota pada awal pekan ini.

Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di beberapa kawasan pesisir dan daerah dengan drainase kurang baik. Selain menghambat aktivitas warga, cuaca tidak menentu juga berdampak terhadap mobilitas kendaraan dan distribusi barang di beberapa daerah.

BMKG mencatat suhu udara di Riau hari ini berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara cukup tinggi, yakni berada pada rentang 55 hingga 100 persen. Sementara angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.

Untuk sektor perairan, kondisi laut di wilayah Riau masih relatif aman. Tinggi gelombang diperkirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau masuk kategori rendah. Meski demikian, nelayan tradisional tetap diminta waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

Selain prakiraan hujan, BMKG juga mendeteksi munculnya 13 titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah Riau. Temuan ini menjadi perhatian tersendiri karena Riau mulai memasuki periode rawan kebakaran hutan dan lahan.

Kabupaten Bengkalis menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni lima titik. Selanjutnya Indragiri Hulu tiga titik, Kampar dua titik, Pelalawan dua titik dan Rokan Hulu satu titik.

Munculnya hotspot di tengah cuaca basah menunjukkan kondisi lahan gambut di beberapa wilayah masih cukup rentan. Karena itu, pemerintah daerah dan aparat terkait diharapkan tetap memperkuat pengawasan, terutama di daerah yang selama ini rawan karhutla.

Fenomena cuaca ekstrem juga menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Riau dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan pola musim membuat hujan dan panas ekstrem kerap terjadi tidak menentu. Kondisi ini dinilai berdampak pada sektor pertanian, transportasi hingga kesehatan masyarakat.

BMKG mengimbau warga untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi agar dapat mengantisipasi risiko lebih dini. Masyarakat juga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan disertai petir dan memastikan saluran air di lingkungan tetap lancar.

Dengan potensi hujan lebat yang masih mengintai sebagian besar wilayah Riau hari ini, kewaspadaan menjadi langkah penting agar aktivitas masyarakat tetap aman dan lancar. (ria)

Tinggalkan Balasan