Polisi dan Warga Payung Sekaki Sulap Fasum Jadi Kebun Jagung, Ketahanan Pangan Tumbuh dari RW 04 Pekanbaru

Kanit Binmas Polsek Payung Sekaki, Ipda Restu Inanda SH, bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Bandar Raya, Aipda Doni Candra, turun langsung meninjau perkembangan kebun jagung milik warga. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Di tengah padatnya kawasan permukiman Kota Pekanbaru, sepetak lahan fasilitas umum di Jalan Sidorukun Ujung, Kelurahan Bandar Raya, Kecamatan Payung Sekaki, justru menghadirkan pemandangan berbeda. Hamparan jagung manis tumbuh rapi di area yang sebelumnya hanya menjadi lahan kosong tanpa manfaat ekonomi.Kebun seluas sekitar 100 meter persegi itu kini menjadi simbol kecil gerakan ketahanan pangan berbasis warga. Menariknya, pengelolaan kebun tidak hanya melibatkan masyarakat, tetapi juga mendapat pendampingan langsung dari jajaran Polsek Payung Sekaki.Kamis, 14 Mei 2026, Kanit Binmas Polsek Payung Sekaki, Ipda Restu Inanda SH, bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Bandar Raya, Aipda Doni Candra, turun langsung meninjau perkembangan kebun jagung milik warga RW 04 tersebut.Kehadiran polisi di tengah kebun warga bukan sekadar agenda seremonial. Mereka berdialog dengan warga, melihat kondisi tanaman, hingga mendengarkan perkembangan pengelolaan hasil panen yang telah berjalan sekitar enam bulan terakhir.Di lokasi itu, tanaman jagung tampak tumbuh subur. Sebagian bahkan sudah memasuki masa panen untuk beberapa kali. Hasilnya kemudian dijual kepada masyarakat sekitar dengan harga yang relatif terjangkau.Menariknya lagi, keuntungan penjualan jagung tidak dinikmati pribadi. Seluruh hasil penjualan dimasukkan ke dalam kas RW untuk mendukung kebutuhan sosial dan kegiatan masyarakat di lingkungan tersebut.Langkah sederhana itu dinilai menjadi contoh nyata bagaimana pemanfaatan lahan terbatas mampu memberi dampak ekonomi sekaligus memperkuat solidaritas warga.Ipda Restu Inanda mengatakan, kreativitas masyarakat dalam mengelola fasilitas umum menjadi lahan produktif layak mendapat apresiasi. Menurutnya, program seperti ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dari tingkat lingkungan terkecil.“Yang kami lihat di sini bukan hanya kebun jagung. Ada semangat gotong royong dan kepedulian warga untuk membangun lingkungan yang lebih mandiri,” ujar Restu saat berdialog bersama warga.Ia menilai, keberhasilan RW 04 memanfaatkan fasum menjadi kebun produktif menunjukkan bahwa ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dari lahan luas. Menurutnya, ruang kecil di lingkungan permukiman pun bisa menghasilkan manfaat besar jika dikelola bersama.Selain mendukung kebutuhan pangan, aktivitas pertanian warga juga dianggap mampu menciptakan hubungan sosial yang lebih kuat di tengah masyarakat perkotaan yang cenderung individual.Restu menambahkan, kehadiran polisi melalui fungsi Binmas saat ini tidak hanya fokus pada keamanan dan ketertiban masyarakat. Polisi, kata dia, juga memiliki tanggung jawab sosial untuk mendukung program-program positif yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga.“Kami ingin masyarakat merasa polisi hadir bersama mereka. Bukan hanya saat ada persoalan kamtibmas, tetapi juga dalam kegiatan produktif yang memberi manfaat nyata,” katanya.Program pemanfaatan lahan kosong menjadi kebun produktif memang mulai banyak didorong di sejumlah daerah. Selain menjaga stabilitas pangan rumah tangga, konsep urban farming juga dinilai mampu membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi dan kenaikan harga bahan pokok.Di Pekanbaru sendiri, isu ketahanan pangan menjadi perhatian serius seiring pertumbuhan kawasan permukiman yang semakin padat. Lahan terbuka terus berkurang, sementara kebutuhan pangan masyarakat terus meningkat.Karena itu, langkah warga RW 04 Bandar Raya dinilai menjadi contoh menarik bagaimana lingkungan perkotaan tetap dapat membangun kemandirian pangan melalui skala kecil namun berkelanjutan.Ketua RW 04, Nikmatul, mengaku awalnya kebun jagung tersebut hanya sebatas ide sederhana warga untuk memanfaatkan lahan kosong agar tidak terbengkalai. Namun seiring waktu, kegiatan itu berkembang menjadi program lingkungan yang melibatkan banyak warga.Menurutnya, dukungan dari Polsek Payung Sekaki menjadi suntikan semangat tersendiri bagi masyarakat untuk terus mempertahankan program tersebut.“Kami merasa diperhatikan. Kehadiran pihak kepolisian membuat warga semakin termotivasi untuk menjaga dan mengembangkan kebun ini,” ungkap Nikmatul.Ia mengatakan, selain memberi pemasukan tambahan bagi kas lingkungan, keberadaan kebun jagung juga membuat warga semakin aktif bergotong royong. Mulai dari membersihkan lahan, menanam, merawat, hingga proses panen dilakukan bersama-sama.Suasana kebersamaan itulah yang kini mulai jarang ditemukan di lingkungan perkotaan. Karena itu, warga berharap program serupa dapat ditiru di wilayah lain agar semakin banyak lahan tidur yang berubah menjadi area produktif.Tidak hanya soal ekonomi, keberadaan kebun jagung juga memberi edukasi bagi anak-anak dan generasi muda di lingkungan tersebut tentang pentingnya bercocok tanam dan menjaga ketahanan pangan keluarga.Polsek Payung Sekaki sendiri berharap kegiatan pembinaan masyarakat seperti ini dapat terus berkembang. Pemanfaatan lahan kosong dinilai menjadi solusi sederhana namun efektif untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aktif dan mandiri.Di tengah tantangan ekonomi dan tingginya kebutuhan hidup perkotaan, kebun jagung di RW 04 Bandar Raya menjadi bukti bahwa perubahan besar kadang berawal dari langkah kecil. Dari lahan fasum sederhana, tumbuh harapan tentang kemandirian pangan, kebersamaan warga, dan wajah humanis pelayanan kepolisian di tengah masyarakat. (bsh)

Exit mobile version